Lepas Bayang-Bayang Mentor, Audrey Lestari Rilis Single Baru “Ini Hidupku”

Lepas Bayang-Bayang Mentor, Audrey Lestari Rilis Single Baru “Ini Hidupku”

Memang tak mudah melepas bayang-bayang mentor yang dikenal sebagai nama besar dalam dunia musik Tanah Air seperti di antaranya: Ahmad Dhani, Piyu, dan Ian Kasela. Tapi Audrey Lestari berusaha melepasnya dengan merilis single baru berjudul “Ini Hidupku”. Sebuah lagu yang diakuinya menggambarkan perjalanan dirinya di industri musik. Lewat lagu ini pula, ia ingin memberikan nuansa beda. Urusan imej, ia kini kembali ke karakter asli dirinya yang fresh, cheerful, dan simple.

“Kalau sebelumnya aku banyak dipengaruhi oleh gaya bermusik Mas Dhani, Mas Piyu dan Mas Ian, maka sekarang jauh berbeda. Semuanya aku yang putuskan sejak awal,” kata Audrey Lestari saat acara jumpa pers peluncuran single baru berjudul “Ini Hidupku” di Pur Que No Cafe & Resto Spanyol, Lantai 5 The Ritz Building, Jl. HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa (21/2/2017) petang.

Lebih lanjut, putri basis senior Toto Hendarto, ini menerangkan single barunya “Ini Hidupku” yang merupakan ciptaan Alam Urbach, namun ia bebas menentukan konsep musiknya sejak tahap workshop. Bertukar ide dengan Alam, yang notabene adalah teman ngeband-nya, bukan perkara sukar baginya. “Ada tiga lagu yang langsung dibuat Alam. Semuanya tercipta dari sosok aku. Musiknya ringan dan simple. Aku puas. Mudah-mudahan nantinya bisa diterima dengan baik oleh pecinta musik,” terang Audrey yang mengaku sempat tak bertemu dengan Alam selama 10 tahun terakhir.

Nama Audrey mulai dikenal saat merilis single ciptaan Ian Kasela berjudul “Seandainya” 2009, kemudian bergabung dengan Republik Cinta Management (RCM) dan menyanyikan lagu ciptaan Ahmad Dhani, “Semua Tentang Kamu” (2011) dan “Bukan Akhir Dunia” (2013). Setelah itu, tahun 2015, Audrey berduet dengan Piyu Padi di single “Labil” dan “Seperti Kekasihku”

“Dengan mereka, aku banyak belajar dan ini saat yang tepat buat aku tampil sendiri,” pungkasnya sumringah. (Akhmad Sekhu/ Foto: DSP)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts