Sambut Lee Young Ae Kembali Lewat Drama Korea ‘Saimdang’

Sambut Lee Young Ae Kembali Lewat Drama Korea ‘Saimdang’

Setelah vakum 14 tahun, Lee Young Ae kini kembali lewat drama Korea ‘Saimdang’. Sebuah drama Korea yang menggambarkan figur bersejarah dengan antusias dan penafsiran modern dari perpaduan kisah di jaman ini dengan era Joseon. Lee Young Ae berperan sebagai Seo Ji Yoon, instruktur jurusan sejarah seni di jaman modern yang tinggal di Seoul, serta Shin Saimdang, seorang penyair terkenal, artis, dan sarjana di era Joseon. Ini adalah penampilan perdana Lee Young Ae setelah terakhir membintangi drama sejarah ‘Daejanggeum’ (Jewel in the Palace).

“Awalnya saya pikir drama Saimdang akan sedikit membosankan, namun kemudian saya pikir figur dari 500 tahun lalu kemungkinan tidak ingin kenangan terhadap dirinya tetap seperti itu. Saya mendapatkan kesegaran baru dalam hidup baru (di Saimdang) mirip seperti mendapatkan infus kehidupan baru dalam ‘Daejanggeum’ yang memiliki satu baris di dokumen sejarah,” ujarnya.

Kisah drama Korea ‘Saimdang’ dimulai saat Seo Ji Yoon, yang sangat ingin menjadi profesor di sebuah universitas, berkelana ke Italia dan menggali sehubungan temuan buku harian Saimdang. Dalam penelitian lebih lanjut, Ji Yoon menemukan lebih banyak hal mengenai Saimdang dibandingkan yang diketahui banyak orang.

Dalam pembelajarannya, Ji Yoon perlahan-lahan mengetahui bahwa dirinya dan Saimdang memiliki hubungan misterius di luar ruang dan waktu. Untuk menggambarkan perubahan jaman, drama Korea ‘Saimdang, Light’s Diary’ memiliki sisi pendekatan yang liberal dan feminis, menggambarkan Saimdang dalam dimensi yang lebih luas.

“Saya pikir akan menarik jika saya dapat menampilkan aspek yang lebih berapi-api, penuh gairah, enerjik, dan dinamis dari Saimdang sebagai kebalikan dari gambaran yang sederhana dan berhati-hati,” tutur Lee Young Ae saat konferensi pers, Selasa (24/1/2017), di Lotte Hotel Seoul, seperti dilansir tim HargaTop via Yonhap.

Serial drama Korea ‘Saimdang’ mulai tayang pada hari Kamis, 26 Januari 2017 pukul 10 pm waktu setempat melalui stasiun SBS. Hadir setiap Rabu dan Kamis, drama tersebut menggantikan KDrama ‘The Legend of the Blue Sea’ yang telah habis masa tayangnya. (Akhmad Sekhu/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts