20 Anggota “Teater Berkedip” SMK Diponegoro Lebasiu Tegal Dilantik

20 Anggota “Teater Berkedip” SMK Diponegoro Lebasiu Tegal Dilantik

Group teater di sekolah terus bertumbuh sebagai wadah untuk mengembangkan bakat-bakat baru dalam dunia teater Indonesia. Kali ini, “Teater Berkedip” di SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal, yang baru-baru ini melantik 20 anggotanya. Acara pelantikkan dilakukan di kampus sekolah oleh Waka Kesiswaan Bapak H. Abd. Lathif, S.Ag dengan didampingi Julis Nur Hussein selaku Pembina Teater Berkedip. Sebelum pelantikkan seluruh anggota telah mengikuti Workshop pada hari Sabtu, 28 Januari 2017 dengan materi-materi Pelatihan Proses Pembuatan Pentas Teater Sesuai Dramaturgi, Pelatihan Penulisan Naskah Drama, dan Praktik Keaktoran Bersama serta Pengenalan Seni Berbasis Kearifan Lokal (lagu berbahasa Tegal).

BEKAL
“Kami memberikan materi-materi yang sangat berguna bagi mereka untuk bekal bermain peran secara baik,” kata Julis Nur Hussein yang juga seorang penyair.

Hadir dalam kegiatan itu seniman-seniman papan atas kabupaten Tegal seperti Apito Lahire, Moch. Miroj Adhika AS., Seful Mu’min dan penyanyi lagu Tegalan Imam Joend. Mereka secara bergantian dan penuh semangat memberikan pengetahuan seputar teater dan musik sesuai karakter penyampaian masing-masing. Hingga semua peserta kegiatan tak bosan dan tetap semangat mengikuti sesi demi sesi.

“Saya berharap setelah kegiatan ini kalian mau menyanyikan lagu berbahasa Tegal secara terus menerus,” harapan Imam Joend di tengah uraiannya.

Penyanyi dan pencipta lagu yang telah banyak menghasilkan ratusan judul lagu dan puluhan diantaranya pernah dinyanyikan penyanyi nasional itu sangat familiar dalam menyampaikan materi. Di akhir sesinya penyanyi yang sukses di blantika musik lagu Tegalan itu membagikan gratis kepingan CD album lagu-lagunya kepada semua peserta workshop. Setelah sebelumnya dua orang peserta didaulat menyanyi karaoke lagu “Galawi” dan “Man Warso”.

DISIPLIN
Sementara itu Seful Mu’min aktor monolog debutan yang menjadi pemateri pertama menekankan perlunya berlatih dengan giat bagi anggota Teater Berkedip untuk mencapai kemajuan. Menurut pengelola Kampung Seni Pai Kota Tegal itu, bahwa kemajuan dan keberhasilan suatu tujuan akan dapat tercapai dengan kerja keras disertai kedisiplinan. “Terus berlatih dan belajar itulah kunci kesuksesan,” ucapnya mantap.

Sedangkan Penyair yang dijuluki Si Burung Wambie Moch. Miroj Adhika dengan materi dan pelatihan seputar penulisan naskah drama memberikan petunjuk dan teknis cukup gamblang. Di akhir sesinya kemudian dia mengajak peserta workshop untuk bermain simulasi bagaimana kiat yang jitu membangun kerangka cerita. “Peristiwa dalam kehidupan adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering. Jadi jangan khawatir, tinggal bagaimana kalian pandai-pandai membidiknya,” kata Gus Mi, sapaan akrabnya Moch. Miroj Adhika, menegaskan.

Adapun Apito Lahire seorang seniman terdepan Kabupaten Tegal dengan pembawaan khas, lugas, tegas dan bernash mengupas detail-detail seni peran dan keaktoran. Mereka digojlog selama satu setengah jam mulai dari konsentrasi, daya imajinasi, sampai role play secara berkelompok maupun individu. “Bermain teater bukan sekedar menghafal dialog dan adegan, tetapi kematangan gestur dan suara mutlak dimiliki seorang aktor, dan hal itu harus terus dilatih. Dalam teater tidak mengenal istilah kebakuan tetapi senantiasa berubah-ubah karena mengikuti pola tingkah laku peri kehidupan manusia,” jelas Apito Lahire.

SEMANGAT
Serentetan acara Workshop Teater Berkedip SMK Diponegoro Lebaksiu masih dilanjutkan hingga pagi hari selepas subuh dengan kegiatan olah tubuh dan olah vocal di alam. “Meski kelelahan namun kami tetap semangat mengikuti kegiatan ini karena banyak informasi baru tentang teater yang kami terima dan langsung kami praktikkan,” tutur Anisah Mella Rosa peserta workshop dari kelas XI Farmasi.
Usai kegiatan dilakukan evaluasi kegiatan secara keseluruhan oleh Pembina Teater Berkedip SMK Diponegoro Lebaksiu Bapak Julis Nur Hussein dan ditutup dengan Pelantikan Anggota Baru lengkap dengan kepengurusan baru periode 2016-2017.

“Kami bangga dengan kegigihan anak-anak dalam mengikuti acara meski hujan menghadang. Terimakasih kepada wali murid yang sudah memberikan izin putra-putrinya dalam kegiatan Workshop Teater Berkedip dan Pelantikkan Anggota. Juga kepada para tutor dan segenap panitia yang telah mensukseskan program rutin eskul Teater SMK Diponegoro Lebaksiu ini,” pungkas bapak Agus Salim, S.Ag selaku Kepala Sekolah SMK Diponegoro Lebaksiu Kabupaten Tegal. (Akhmad Sekhu/ Julis Nur Hussein/ Istimewa)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts