Selesai syuting di Yogyakarta, Film Promise Kini Siap Syuting di Italia

Selesai syuting di Yogyakarta, Film Promise Kini Siap Syuting di Italia

Setelah selesai syuting di Yogyakarta, film Promise kini siap melakukan syutingnya di Italia. Tanggal 22 September 2016 menjadi tanggal keberangkatan pemain dan tim produksi Promise ke Italia dan sekaligus merilis official poster Promise. Menurut rencana, syuting di Italia akan berlangsung selama dua minggu. Kota-kota seperti Milan, Lake Como dan Genoa sudah dipilih menjadi lokasi syuting film arahan sutradara Asep Kusdinar yang cerita dan scenario digarap Sukhdev Singh & Tisa TS. Promise menjadi film keempat produksi Screenplay Films setelah sukses meraih box office di film Magic Hour, London Love Story dan I Love You from 38000 Feet (ILY From 38.000 FT).

Amanda Rawles, pemeran Kanya, menjelaskan bahwa ia tidak punya persiapan khusus kecuali menyiapkan baju tebal. “Meskipun masih musim panas, saya khawatir cuaca dan suhu udara drop. Daripada tidak bisa syuting out-door, lebih baik saya siapkan (baju hangat) sebelum berangkat,” ungkapnya.

Dimas Anggara dan Amanda Rawles setelah menjalani syuting awal di Yogyakarta merasa telah menemukan chemistry. Selain itu, beberapa kali menjalani workshop skenario, keduanya semakin menemukan ‘feel’ karakter. Itu sebabnya, keduanya berharap syuting di Milan, Italia berjalan lancar. Maklum, Promise sekaligus menandai peran pertama Amanda Rawles sebagai pemeran utama. “Harapan saya, Promise bisa diterima penonton film.”

Selain Dimas Anggara dan Amanda Rawles, rombongan syuting yang berangkat ke Italia juga menyertakan Mika Tambayong, Boy Williams dan Ricky Cuaca.

Screenplay Films juga sudah menyiapkan original song from the movie secara khusus untuk film Promise yaitu lagu berjudul ‘Promise’ yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw. Film produksi Screenplay Films bekerjasama dengan Legacy Pictures ini akan ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada akhir 2016. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts