Angelica Simperler Ungkap Pelajaran Berharga di Film “8 Hari Menaklukan Cowo”

Angelica Simperler Ungkap Pelajaran Berharga di Film “8 Hari Menaklukan Cowo”

Sebuah film tentu tak hanya tontonan, tapi bisa juga menjadi tuntunan. Demikian yang diyakini aktris muda berbakat Angelica Simperler. Seperti dalam terbaru yang dibintanginya berjudul “8 Hari Menaklukan Cowo”, ia dapat mengungkapkan pelajaran berharga, mengenai kisah percintaan remaja di sekolah, yang intinya persahabatan itu lebih penting daripada percintaan.

“Dalam film “8 Hari Menaklukan Cowo,”ada pelajaran berharga yang bisa diambil mengenai kisah percintaan remaja di sekolah, yang intinya persahabatan itu yang lebih penting daripada percintaan,” ungkap Angelica Simperler kepada Moviegoers dalam wawancara eksklusif di resto Bakmi Gajah Mada, sebelah Gedung Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Lebih lanjut, dara kelahiran Jakarta, 9 Juli 1986 itu menerangkan perannya dalam film tersebut. Memiliki wajah imut dan awet muda yang menjadikan dirinya masih tetap dipercaya memerankan karakter anak SMA. Bahkan kali ini perannya sosok kutu buku bernama Reta, satu-satunya siswi yang tidak menghiraukan sosok Gilang yang tampan dan menjadi idola semua siswi di sekolahnya. “Karakterku jadi anak cupu yang sederhana, cuek dengan penampilan, enggak kayak anak SMA pada umumnya. Kerjaannya sekolah, kutu buku, nempel dengan sahabat dan belum pernah pacaran,” papar jebolan London School jurusan marketing ini.

Meski kembali harus berseragam putih abu-abu, putri pasangan blasteran (Alm.) Gustav Simperler (Abdul Aziz) berdarah Mongolia-Austria dan Lies Hartiningsih berdarah Solo-Tegal itu mengaku selalu tertantang. Pemain serial Angel’s Diary ini merasa dapat hal baru dari setiap film yang ia perankan. “Tertantang banget. Aku harus mendalami karakter anak SMA yang enggak pede-an dan ada perubahan, terutama soal dandanan. Karena itu aku di-makeup lebih ke cokelat, kayak anak SMA yang cupu banget,” bebernya.

Kepopulerannya melejit sejak ia menjadi bintang utama dalam sinetron ‘Angel’s Diary yang ditayangkan di TransTV. Kerap memerankan karakter anak sekolah yang jauh di bawah umurnya tampaknya kini membuatnya khawatir. “Sebenarnya sih aku pengen karakter yang lebih tua. Tapi malah terkesan maksain. Aku bersyukur kalau masih dapat peran SMA. Bukan ngebatasin. selagi masih jadi anak sekolah ya anak sekolah dulu. Tapi takutnya keterusan juga sih,” terangnya penuh kekhawatiran.

Ketika ditanya apa obsesinya dalam dunia seni peran yang kini digelutinya? Dengan tenang, Angelica menjawab, “Aku ingin main film laga atau peran psikopat pasti menantang sekali.”

Dalam film produksi Digital Media Films arahan sutradara Boy Rano yang diproduseri Shanker RS ini, Angelica beradu akting dengan Marcell Darwin, Rangga Azof, Fita Anggriani. Regina Rengganis, Maxime Bouttier, Feby Febiola, Sarah Vi, Naufal Ghani, Riza Shahab, Yama Carlos, Film ini tayang di seluruh bioskop di tanah air mulai tanggal 22 September 2016. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts