Film Indonesia ‘Headshot’ Siap Berkibar di Toronto International Film Festival 2016

Film Indonesia ‘Headshot’ Siap Berkibar di Toronto International Film Festival 2016

Lagi, sebuah film karya anak bangsa berkibar di festival film bergengsi internasional. Kini film arahan duet sutradara muda berbakat Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel (Mo Brothers) berjudul ‘Headshot’ yang dibintangi oleh Iko Uwais, Julie Estelle dan Chelsea Islan ini siap tayang perdana pada tanggal 9 September 2016 di Toronto International Film Festival (TIFF) 2016. Film bergenre drama action produksi Screenplay Productions dan Infinite Studios ini berkesempatan untuk tampil dalam world premiere film dalam ‘Midnight Madness’ di TIFF 2016.

“Ini film kita ketiga. Film action pertama kali kita garap. Kita beruntung bisa bikin film action yang menurut kita berbeda dari film action yang ada di Indonesia. Mungkin karena itu kita diseleksi ke Toronto International Film Festival,” kata Kimo Stamboel di Press Junket ‘Headshot’ di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2016) petang.

Tayangnya, film besutan sutradara The Mo Brothers ini merupakan misi membanggakan bagi para insan perfilman. “Misi kita memproduksi film di Indonesia untuk Indonesia dan ekspor keluar negeri. Saya sangat bangga bisa produksi film internasional, paling bangga bisa produksi film Indonesia dan bisa ditayangkan seluruh dunia,” sambung Mike Wiluan selaku produser Infinite Films.

“Kerja sama dengan orang kreatif dan produser di Indonesia. Dengan Screenplay visi sama produksi film Indonesia dengan level yang lebih tinggi di tayangan global,” imbuhnya.

Sebelumnya, ‘The Raid’ garapan Gareth Evans dua tahun lalu di ajang yang sama. Wicky V. Oliando selaku produser dari Screenplay Films merasa ruh kebangkitan film anak negeri akan bergentayangan kembali di ajang festival skala internasional lainnya. “Film yang kita bikin genrenya berbeda, pasca produksinya jauh lebih lama Headshot. Headshot terseleksi di Toronto sangat membanggakan. Pernah terjadi di film Indonesia tapi setelah vakum ada lagi,” jelasnya.

“Sesuatu yang membanggakan buat film Indonesia yang tahun ini lagi naik dan lagi banyak yang nonton di bioskop,” pungkasnya.

Film Headshot akan diputar tengah malam pada 9 September waktu setempat. Pada program yang dikhususkan untuk pecinta horor, action dan fantasi ini, film tersebut bersaing dengan film-film karya terbaik sineas lain seluruh dunia, seperti di antaranya: The Autopsy of Jane, Dog Eat Dog, The Belko Experiment, Rats, Sadako Vs Kayako, Free Fire, The Girl with All The Gifts, Raw serta remake horor fenomenal Blair Witch. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts