Film Horor-Komedi Ghost Ship, Ketegangan yang Menggelikan

Film Horor-Komedi Ghost Ship, Ketegangan yang Menggelikan

Apa yang Anda rasakan jika melihat sosok hantu? Tentu saja takut, tapi ada juga yang mengalihkan rasa takut itu dengan gaya komikal sebagaimana yang ditampilkan dalam film horor-komedi dari Thailand yang berjudul “Ghost Ship” Sebuah film yang menghadirkan ketegangan tapi sekaligus juga menggelikan.

Adalah tiga sekawan Kala (Bhuvadol Vejvongsa), Solui (Timethai Plangsilp), dan Yola (Pongsatorn Sripinta), yang bekerja di sebuah kapal pengangkut barang. Saat berlayar, ketiganya tak sengaja menemukan tubuh Miah (Nutcha Jeka) yang tersimpan dalam peti.

Miah adalah kekasih Nick (Sean Jindachot), anak dari kapten kapal yang mempekerjakan tiga sekawan ini. Sejak penemuan tersebut, peristiwa misterius mulai menghantui mereka, tapi reaksi komikal dari tiga sekawan itu yang membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Roh Mia berkeliaran ke seluruh kapal, hingga menyebabkan malapetaka, juga menghantui para penumpang dan awak kapal. Satu-satunya cara bagi mereka untuk menyelamatkan diri adalah dengan mencari mayat Mia yang hilang. Pada waktu yang sama, mereka juga harus mencari tahu siapa yang membunuh Mia.

Film horor-komedi tampaknya masih menjadi tren di perfilman Thailand. Sutradara Phontharis Chotkijsadarsopon cukup berhasil meracik ramuan manjur antara ketegangan bercampur kegelian untuk menarik penonton ke bioskop. (AS)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts