Slank Siap Gelar Konser Paling Fenomenal Saat Gerhana Matahari Total

Slank Siap Gelar Konser Paling Fenomenal Saat Gerhana Matahari Total

Group band legenda yang memesona, Slank siap menggelar konser paling fenomenal saat gerhana matahari total. Konser yang bertajuk “Total Solar Eclipse Konser” atas prakarsa Maleo Music dan Kementerian Pariwisata itu akan digelar di Palu pada tanggal 9 Maret mendatang tepat di saat Gerhana Total terjadi di belahan bumi Indonesia. Sebuah konser sangat istimewa yang hanya ada sekali dalam 33 tahun.

Selain pentas, Slank pun membawa misi kepariwisataan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sebut saja “Wirus Wisata” Slank, yakni; menjaga lingkungan hidup daerah wisata agar tetap bersih dan asri, menjaga daerah wisata dari gangguan tindak kriminal dan menjadikan daerah di Indonesia sebagai tujuan wisata utama rakyat Indonesia.

“Semoga Total Solar Eclipse Concert yang menampilkan Slank sebagai ujung tombak konser, menjadi pertanda bangkitnya kepariwisataan Indonesia, khususnya pariwisata di Kota Palu,” kata Setiabudi A.C. Nurdin, promoter konser dari Maleo Music.

Sejak Slank dibentuk tahun 1983, baik Bimbim, Abdee, Kaka, Ridho maupun Ivanka, mungkin baru sekali dalam hidup mereka menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia. Betapa tidak, secara teori, setiap wilayah di belahan bumi, hanya bisa menyaskian GMT setiap 33 tahun sekali.

Kini, GMT kembali lagi melintasi 12 wilayah di Indonesia, di antaranya; Bangka Belitung, Palembang, Sampit, Palu, Mamuju, Ternate dan lainnya. Palu, termasuk ibukota provinsi yang akan mengalami GMT selama lebih kurang 2 menit 48 detik, diperkirakan akan berlangsung mulai pukul 08.30 WITA.

“Wah ini pengalaman pertama, mungkin hanya sekali seumur hidup, gue nyanyi di saat bumi gelap gulita padahal masih pukul delapan pagi,” ungkap Kaka yang tak bisa menahan rasa gembiranya bisa kembali konser di Palu untuk yang ke-4 kalinya, namun dalam suasana yang berbeda, ada fenomena alam Gerhana Matahari.

Antusiasme Kaka Slank meripakan gambaran dari antusiasme warga dunia, yang ingin menyaksikan fenomena alam paling menakjubkan ini. Tak heran jika kemudian sejak setahun lalu, 2500 wisatawan mancanegara, telah mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti paket wisata fenomena alam tersebut, melalui sebuah agensi pemburu fenomena alam.

Jumlah tersebut akan bertambah, khususnya yang berasal dari wisatawan yang tengah liburan di Bali. Sejak tanggal 8 Maret mereka akan meninggalkan Bali, menuju ke Palu dan kota lainnya yang akan dilintasi GMT. Apalagi pada tanggal 9 Maret, Bali tengah khusyuk dengan Perayaan Nyepi.

Slank akan hadir di Palu dengan formasi lengkap. Meski tak ikut manggung, Abdee Negara, gitaris Slank yang sejak tahun lalu istirahat dari jadwal manggung dengan Slank, datang ke Palu, kota dimana ia menghabiskan masa remajanya disana.

Sejak pukul 7 pagi, Slank bersama sejumlah menteri dan para deputi dari sejumlah kementerian, termasuk Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, mulai berkumpul di Lapangan TVRI Palu, untuk menunggu datangnya GMT. Dan disaat GMT terjadi, Kaka secara solosi, diharapkan akan menyanyikan 2 lagu. Lagu Suku Kaili, bertajuk ‘Tananggu Kaili’, akan dinyanyikan saat bumi gelap gulita. Dan saat bumi kembali terang, Kaka akan menyenandungkan ‘Terlalu Manis’, lagu hits sepanjang masa.

Sebelum Slank tampil kembali pada pukul 7 malam. Sejak, pukul 4 sore, panggung Lapangan TVRI akan diisi oleh band lokal, seperti band etno rock; Smile Jamming, The Box dan Adi Tangkilisan & The Culture Project. Juga penampilan seniman kontemporer; Pedati, Karambangan Lewuto, Salibow Ensamble dan Tarian Daerah Sulawesi Tengah. Malam hari, sebelum Slank tampil, ada musisi senior, Ote Abadi & Palu All Stars, Rival ‘Pallo’ Himran’ dan Jalanan Reggae. Serta diselingi penampilan Stand Up Comedy, Beat Box & Evo Dance Vrew.[istimewa]

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts