Bintangi Abdullah v Takeshi, Nasya Marcella Berharap Dapat Diterima Masyarakat

Bintangi Abdullah v Takeshi, Nasya Marcella Berharap Dapat Diterima Masyarakat

Membintangi film komedi ‘Abdullah v Takeshi’ menjadi pengalaman baru bagi pesinetron Nasya Marcella. Meski ia dibuat keki dengan lawan main yang kebanyakan stand-up comedian, tapi ia tak kapok, bahkan ketagihan main film lagi. Ia pun berharap aktingnya dalam film produksi MVP Pictures itu dapat diterima masyarakat.

“Saya biasanya main sinetron. Saya ingin belajar main film layar lebar. Apalagi saya suka nonton film komedi. Terlebih syutingnya di Jepang,” kata Nasya Marcella seusai acara press screening film komedi ‘Abdullah v Takeshi’ di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Jika keinginan main film lagi dapat terwujud, Nasya akan memilih genre drama romantis sebagai film kedua yang dimainkannya. “Penginnya drama romantis, kalau film komedi kan udah nih (Abdullah v Takeshi, red),” ungkapnya.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 9 Desember 1996 ini membeberkan, pilihannya pada genre drama romantis karena ia tak ingin bermain dalam film yang terlalu berat dulu. “Soalnya, enggak gampang kalau main film action. Jadi, pengen yang gampang-gampang dulu,” terang pemilik nama lengkap Victoria Nasya Marcella Tedja ini.

Menurut Nasya, ia ingin lebih mematangkan aktingnya dalam bermain film dan berharap aktingnya dalam film pertamanya ini dapat diterima masyarakat. “Kalau diterima (masyarakat), mungkin aku akan terus menggeluti dunia film,” tandasnya.

Film ini berkisah tentang dua bayi laki-laki yang dilahirkan di sebuah rumah sakit di Jepang, tertukar. Bayi keturunan Arab yang dibesarkan oleh keluarga Jepang, diberi nama Takeshi. Sementara bayi keturunan Jepang yang dibesarkan oleh keluarga Arab, diberi nama Abdullah. Kedua keluarga ini kemudian pulang ke Jakarta, karena kemungkinan memulai usaha baru di Jakarta lebih baik. Lewat kerja keras ulet, usaha mereka berkembang hingga mereka memiliki perusahaan makanan sukses di Indonesia.

Kedua anak yang tertukar kemudian masuk ke kampus yang sama. Di kampus mereka adalah musuh bebuyutan, seperti restoran kedua orangtua mereka. Ketika hadir Indah, perseteruan Abdullah dan Takeshi makin meruncing. Perang kata-kata antara Abdullah dan Takeshi berlanjut menjadi saling sabotase ketika mengajak Indah kencan. Ketika Indah diajak ke rumah masing-masing dan bertemu orangtua Abdullah dan Takeshi, ia menyadari betapa mereka tidak mirip dengan orangtua masing-masing. Indah melontarkan usul pergi ke Jepang untuk mencari kejelasan di rumah sakit kelahiran mereka.

Dalam film produksi Multivision Plus dengan arahan sutradara dan naskah skenario ditulis Kemal Palevi ini Nasya beradu akting di antaranya dengan Kemal Palevi, Dion Wiyoko, Natalie Sarah, Ayumi Harada, Hiromitsu Harada dan Mike Lucock. Film ini tayang di bioskop mulai 24 Maret 2016. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts