Tour de Singkarak Siap Berlaga di ASEANTA AWARD 2016

Tour de Singkarak Siap Berlaga di ASEANTA AWARD 2016

Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN punya banyak nilai plus dengan berbagai event yang patut dibanggakan. Seperti di antaranya event ‘Tour de Singkarak’ yang siap berlaga di ASEAN Tourism Association (ASEANTA) Awards 2016. Bersama event ‘Java Jazz Festival’ dan ‘Jember Fashion Carnaval’, ‘Tour de Singkarak’ berhasil masuk menjadi finalis kategori Marketing and Promotional Campaign dalam ajang Kompetisi Branding Pariwisata Indonesia 2015 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Ketiga event itu mewakil Indonesia, dalam Kompetisi Branding tingkat ASEAN, bertajuk ASEANTA AWARDS tersebut yang akan digelar di Manila pada Januari 2016.

“Ketiga event ini punya magnet besar di mata dunia internasional,” ungkap I Gde Pitane, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara, dalam wawancara dengan wartawan di tengah acara Malam Anugerah Kompetisi Branding yang diselenggarakan di Balirung Soesilo Sudirman, (30/11/2015).

Kementerian Pariwisata memandang penting ajang lomba apapun baik di dalam maupun di luar negeri. “Ini sebagai bagian dari memperkuat dan menambnah kualitas dari image kita. Dan mulai sekarang, para nominasi yang masuk seleksi ajang tahun ini, boleh menambahkan kata ‘Nominasi Branding Wonderful Indonesia’ pada pintu masuk ataupun papan nama tempat wisata Anda,” terang I Gde Pitane.

‘Tour de Singkarak’ sendiri adalah kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumatera Barat. Kejuaraan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 ini merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang umumnya diadakan sekitar bulan April hingga Juni dan berlangsung selama seminggu. Kejuaraan ini telah menjalin kerjasama dengan Amaury Sport Organisation yang menjadi penyelenggara Tour de France di Perancis.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, Singkarak yang merupakan danau terbesar di Sumatera Barat menjadi bagian dari jalur lintasan Tour de Singkarak. Selain itu, beberapa kawasan wisata lain juga menjadi bagian dari jalur lintasan, termasuk Lembah Harau, Danau Maninjau, Kelok 44, Danau Diatas, dan Danau Dibawah.

“Tour de Singkarak telah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat,” tegas I Gde Pitane.

Sejarah mencatat, Tour de Singkarak memang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat, pada tahun 2011 naik hingga 13,2% atau di atas kenaikan pariwisata nasional 8,9%. Pada tahun 2010, wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di Sumatera Barat sebanyak 332.515 orang, dan tahun 2011 meningkat menjadi 413.180 orang atau naik sekitar 24,3%.

Dari segi koordinasi dan sinergitas, Tour de Singkarak juga dinilai sebagai event promosi pariwisata terbaik dari 41 event tetap yang digelar Kemenparekraf. Sinergitas itu terlihat dari kekompakan para pimpinan daerah, dari gubernur, wali kota sampai bupati, selalu hadir dan sangat mendukung Tour de Singkarak. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts