Soft Launching Novel Teaser ‘Romantika Sang Jendral’ Karya Lusiana Sanato & Khrisna Pabichara

Soft Launching Novel Teaser ‘Romantika Sang Jendral’ Karya Lusiana Sanato & Khrisna Pabichara

Ada sebuah novel yang saat ini sedang ditunggu-tunggu berbagai kalangan, yaitu sebuah novel berjudul “Romantika Sang Jendral” Karya Lusiana Sanato & Khrisna Pabichara yang belakangan ini sempat jadi trending topics di sosial media. Sebuah novel yang akan dibuat film layar lebar ini berkisah tentang kelahiran Jenderal Polisi bintang tiga yang kini jadi pemimpin Bali. Novel ini pertama kalinya menggunakan film teaser di Indonesia yang dikaryakan oleh wanita dari Bali kelahiran Lampung, Lusiana Sanato dan sutradara dari film teaser novel romantika sang Jendral ini Casko Wibowo.

Terpadunya kepiawaian dari kedua anak manusia yang beda generasi ini dalam membuat sensasi di dalam karya sebuah novel yang sangat berbeda dari yang pernah ada. Lusiana Sanato dalam mengukir kata berusaha menyajikan cerita-cerita dalam novel tidaklah membosankan, justru orang yang membacanya akan dibuat penasaran dan ingin segara tahu kelanjutannya.

Menurut Lusiana Sanato, bahwa novelnya saat itu baru soft launching untuk memperkenalkan kepada media dan masyarakat bahwa novel sudah 99,9 persen dikerjakan. “Nantinya juga akan dihadirkan sebuah teaser untuk pertamakalinya novel hadir dalam teaser film di Indonesia, “ kata Lusiana Sanato saat acara soft launching novel ‘Romantika Sang Jenderal’ karya Lusiana Sanato dan Krisna Pabichara di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).

Lebih lanjut, Lusiana Sanato sang penulis sekaligus penggagas novel, yang saat ini sedang mengambil program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya Jakarta, menerangkan bahwa novelnya itu bisa menjadi cerita panutan masyarakat luas dan bahwa jika ingin menjadi seorang Jendral tidaknya harus terlahir dari kalangan atau golongan keluarga berada atau atas. “Saya ingin menumbuhkan motivasi bagi kalangan remaja menjadi teladan tentang perjuangan jenderal tadi dalam mengejar cita-cita. Sebuah perjuangan anak transmigran yang bisa menjadi jenderal. Dan misalnya terjadi pro kontra saya sudah siap, bagi saya hal yang wajar apabila kita berkarya nantinya kita menemui sebuah tanggapan baik pro dan kontra dari masyarakat, pekerja seni, intelektual, dan lain-lain,” pungkasnya.

Novel ini diawali dengan kisah perjuangan seorang ibu muda pada umumnya yang berjuang mati-matian dalam melahirkan sang jabang bayi yang tak kunjung lahir hingga 2 kali Hari Raya Galungan ditambah satu bulan, dan bisa kita bayangkan bagaimana seorang wanita muda harus seorang diri melahirkan seorang bayi di tengah malam. Erangan keras wanita muda ini menggugah tetangga sekitar untuk mencari tahu, ada apa gerangan? Pada saat jabang bayi lahir, sang ibu harus menggunakan sembilu untuk memotong tali pusar jabang bayinya di sebuah rumah yang amat sangat sederhana, dimana di dalamnya hampir tidak ada perabotan rumah tangga sama sekali.

Sunguh sangat pilu sebuah peristiwa kelahiran seorang jabang bayi yang tinggal di perut sang ibu hingga 13 bulan, yang di kemudian hari ketika dia dewasa kelak akan menjadi seorang Jendral. Sang Jendral terlahir dari keluarga seorang transmigran yang kemudian sukses menjadi seorang jenderal. Namanya kini berkibar di Tanah Bali karena perjalanan kariernya yang sukses dan menjadi suri tauladan. Namun, nama jenderal tersebut masih menjadi sebuah misteri.

Hadir dalam acara Soft Launching Novel Teaser ‘Romantika Sang Jendral’, antara lain Anwar Fuadi, Sukmawati, Poundrakarna, Andrini dan Casko Wibowo, seorang pekerja seni dari Bali

Mengenai novel teaser sendiri adalah sebuah film yang merupakan ringkasan dari novel tersebut. Yang ringkasannya divisualisasikan dalam bentuk potongan-potongan film dengan standarisasi film layar lebar yang nantinya akan jadi sebuah film berkualitas dalam memvisualisasikan novel tersebut dengan apik. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts