Pesan Damai tentang Islam dalam Film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’

Pesan Damai tentang Islam dalam Film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’

Isu tentang Islamophobia sempat merebak hingga hubungan antara kaum muslim dengan warga setempat merenggang di negeri Paman Sam sejak terjadi tragedi 9/11. Berangkat dari fenomena tersebut, film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ yang diproduksi Maxima Pictures ini mengangkat pesan damai tentang Islam. Dimana bulan yang terbelah merupakan metafora terpecahnya perdamaian antara masyarakat Amerika Serikat dengan kaum muslim pasca tragedi yang sangat menggetarkan dunia itu.

Hans de Kraker, salah satu aktor pendukung di film ini meyakini, film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ berusaha mengembalikan image Islam yang telah dipandang miring.

“Film ini spesial, inti ceritanya ingin mengembalikan Islam yang damai. Al-Qur’an sendiri menjadi simbol tentang hal itu,” ujar aktor asal Belanda ini.

Hans digandeng memerankan karakter Phillipus Brown, seorang filantropi yang peduli dengan isu kemanusiaan di Timur Tengah, yang menjadi salah satu tokoh kunci di film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ ini.

Pernah tinggal berpindah-pindah di beberapa negara, secara personal Hans telah memilih Islam sebagai keyakinannya setelah lama tinggal di Indonesia.

“Awalnya saya penasaran dan membaca Al-Qur’an. Dari situ saya ingin mengenal Islam lebih jauh,” terangnya.

Mengusung tagline ‘bagaimana dunia tanpa islam?, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra dan ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ dengan arahan sutradara Rizal Mantovani ini berkisah tentang perjalanan Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) di New York, Amerika Serikat. Rencananya film ini mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 17 Desember 2015. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts