Malam Nominasi FFI 2015, Mendikbud Anies Baswedan Janji Fasilitasi Insan Perfilman

Malam Nominasi FFI 2015, Mendikbud Anies Baswedan Janji Fasilitasi Insan Perfilman

Malam Pengumuman Nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2015 tampaknya tak hanya dapat dukungan dari sederet aktor dan aktris papan atas, seperti di antaranya, Christine Hakim, Chicco Jerikho, Meriam Bellina, Arifin Putra, Ayu Shita, Prisia Nasution, Nirina Zubir, Zaskia Mecca, Maudy Kusnadi, Fachri Albar, Fauzi Baadila, dan lain-lain. Juga dapat dukungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan. Bahkan sang menteri berjanji insan perfilman.

“Pemerintah tak boleh lagi hanya duduk di belakang dan menonton. Pemerintah mendukung birokrasi bekerja dengan SOP. Sedangkan insan kreatif bekerja dengan imajinasi. Mari kita bekerja di panggung besar kombinasikan SOP dan imajinasi menghasilkan karya luar biasa,” ujar Anies Baswedan saat memberi sambutan acara nominasi FFI 2015 di La Moda Cafe, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015) malam.

Lebih lanjut, sang menteri yang pada malam itu tampak classy mengenakan jas bewarna hitam, berjanji akan membangun infrastruktur untuk menunjang insan perfilman.

“Insya Allah kita akan bangun infrastruktur. Jangan sampai pada keluar negeri, kami akan fasilitasi,” pungkasnya dengan disambut tepukan hangat para tamu undangan.

Adapun Olga Lydia selaku ketua panitia FFI 2015 dalam sambutannya menerangkan, “Sejak pembukaan pendaftaran pada 9 September 2015 kemarin, sebanyak 278 film dari berbagai rumah produksi telah mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam ajang FFI 2015 ini. Dan dari film-film tersebut sebanyak 100 juri, 85 dari penggiat film dan 15 dari berbagai praktisi telah menyaring film, kru, dan pemain yang lolos untuk 21 kategori.”

Pengumuman pemenang akan dilakukan di acara Malam Puncak penganugerahan FFI 2015 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Banten, pada 23 November 2015 mendatang. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts