D’Academy ASIA, Indosiar Bawa Dangdut dan Melayu Go Asia

D’Academy ASIA, Indosiar Bawa Dangdut dan Melayu Go Asia

Setelah sukses dengan D’Academy season 1-2, Indosiar kini mengembangkan brand D’Academy ke tingkat yang lebih tinggi dengan new program Singing Talent Search tingkat Asia, yaitu D’Academy ASIA. Sebuah program kompetisi menyanyi (Singing Talent Search) genre Dangdut dan Melayu tingkat Asia Tenggara, yang diikuti 4 negara, yaitu Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Program ini tidak hanya mengedepankan kompetisi bernyanyi, tapi yang lebih penting adalah mempererat persahabatan antar negara-negara di Asia Tenggara melalui Musik, Budaya dan Kreatifitas.

Setiap negara akan diwakili oleh 5 kontestan, sehingga total kontestan sebanyak 20 orang. Keduapuluh kontestan ini akan terbagi ke dalam 5 group melalui proses drawing pada episode perdana, yaitu PARADE 20. Para kontestan adalah para juara talent search di negaranya masing-masing, penyanyi profesional, atau semi profesional. Mereka adalah para penyanyi yang terdiri dari berbagai genre musik, namun mencintai dan berhasrat untuk mengembangkan musik asli negaranya masing-masing, yaitu Dangdut dan Melayu, supaya makin populer dan diminati semua generasi.

LIVE
Program D’Academy Asia akan ditayangkan LIVE di INDOSIAR dan www.vidio.com (Live Streaming) mulai 16 November s/d 29 Desember 2015, setiap Pukul 18.30 WIB. Penampilan setiap peserta akan dikomentari oleh Komentator Vokal, Komentator Fashion, dan Komentator Stage Acting. Sistem penilaian menggunakan poin antara 60-100 oleh 4 Juri Online setiap episodenya secara LIVE ONLINE dari 4 negara.

Nama-nama kontestan dari INDONESIA adalah LESTI DA1, ATY DA1, EVI DA2 DANANG DA2, dan IRWAN DA2; MALAYSIA : MIMIFLY, SHIHA ZIKIR, HAZMAN, FITRI HISWADY, SYUHADA; SINGAPURA ABBY TINARA, SUHAIMI ZAINI, LYNN MALIK, HENNY HANIP, dan M. NOE; BRUNEI DARUSSALAM : ANA, NEFF ASLEE, GEORGE MAXSON, SAI FIRSA, YANIEY JUNAINI).

Para Komentator, yang akan mengomentari di atas panggung yaitu : SAIPUL JAMIL, INUL DARATISTA, IIS DAHLIA, IVAN GUNAWAN, dan SOIMAH (INDONESIA), AMELINA, dan MASIDAYU (MALAYSIA), ROSLINA MUSA (SINGAPURA), dan FAKHRUL RAZI (BRUNEI DARUSSALAM)

Komposisi Juri Online, yang akan memberikan penilaian secara LIVE STREAMING dari 4 negara yaitu : HENDRO SAKY, dan HETTY KOES ENDANG (INDONESIA), PAKNGAH dan ZUL 2BY2 (MALAYSIA), MAYUNI OMAR (SINGAPURA), HANS ANWAR dan DJ DAFFY (BRUNEI DARUSSALAM)

PARADE 20
Tayangan perdana D’Academy Asia akan menampilkan PARADE 20, yang berisi penyambutan, perkenalan dan drawing dari 4 negara (Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei) dengan dimeriahkan oleh IYETH BUSTAMI. Lagu-lagu asli dari 4 negara akan dibawakan bersama-sama oleh tiap negara yaitu : 200 Juta Jiwa (Indonesia), Kurik Kundi (Malaysia), Orang Singapura (Singapura), dan Sebarkan ke Seantero Dunia (Brunei Darussalam)

D’Academy Asia adalah terobosan besar dalam perkembangan format program televisi, musik Dangdut dan melayu di Indonesia, yang diyakini akan menggairahkan musik dangdut dan melayu di Asia Tenggara.

Mampukah wakil Indonesia mengimbangi suara emas dari penyanyi-penyanyi negara tetangga? Kita saksikan bersama di D’Academy Asia hanya dilayar kaca Indosiar dan www.vidio.com.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts