Penjurian Tahap ke-2 Lomba Film Pendek Kemenkes RI dan Yayasan Kepak Sayapku

Penjurian Tahap ke-2 Lomba Film Pendek Kemenkes RI dan Yayasan Kepak Sayapku

Film adalah salah satu medium yang dekat dengan masyarakat, dan produksinya mulai banyak diminati oleh generasi muda Indonesia. Untuk itu, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bekerjasama dengan Yayasan Kepak Sayapku mengadakan lomba film pendek bertema kesehatan yang terbuka untuk umum, pelajar, dan mahasiswa.

Tahun ini, peringatan Hari Kesehatan Nasional mengambil tema “Indonesia Cinta Sehat: Generasi Cinta Sehat Siap Membangun Negeri.” Salah satu cara untuk mengekspresikan kecintaan kita pada kesehatan dan mensosialisasikan isu-isu kesehatan adalah dengan berkarya melalui film.

Penjurian Tahap ke-2 Lomba Film Pendek Kemenkes RI dan Yayasan Kepak Sayapku telah dilakukan pada 6-8 Oktober 2015 di Oktroi Plaza, Kemang Utara, Jakarta Selatan. Sekitar 96 film pendek yang diseleksi dari 148 film pendek yang terdaftar dalam lomba ini.

Ada tujuh tema kesehatan yang bisa diaplikasikan melalui film pendek peserta, yakni; makanan sehat untuk keluarga dengan gizi seimbang agar terhindar dari obesitas dan stunting, perilaku hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik, hidup bersih dengan lingkungan bersih penting untuk kesehatan, hidup tanpa alkohol, rokok dan napza itu keren, gunakan obat sesuai resep dokter, sembarang minum obat bisa berdampak pada kesehatan, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, dan imunisasi penting untuk mencegah penyakit.

Dalam penjurian tahap ke-2, terpilih 10 nominasi film pendek (sesuai abjad), yaitu: A Good Isn’t Always Good, Capek, Game, Gendut, Jadilah Legenda dengan Berkarya, Lari dari Kenyataan, I’m (Not) Feeling Good, On, Sebuah Pesan dan Sixpack.

Kemudian, ada empat film yang masuk kategori special mention pilihan juri yang terdiri dari Wibi Aregawa (Sutradara Film), Herawati (Kementerian Kesehatan), Ang Jasman (Penulis Skenario Film), Rudi Pekerti (Pakar Kesehatan), Tjandra Wibowo (Produser Film), Aji Pradityo dan Ninta Agustine ini, yaitu Bukan Orang, Katanya Pengin Masuk Sorga Kok Narkoba, Gunakan Hati dalam Membuang Sampah dan The Asam.

Film-film finalis akan mendapatkan workshop film yang akan dibimbing Nia Dinata, dan film-film pemenang akan diputar di acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 pada 24 November 2015 mendatang. Para pemenang memperoleh hadiah total senilai Rp 45 juta.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts