Novel “Romantika Sang Jendral” yang Penuh Misteri Siap Terbit Akhir Tahun 2015

Novel “Romantika Sang Jendral” yang Penuh Misteri Siap Terbit Akhir Tahun 2015

Sebuah novel biografi berjudul “Romantika Sang Jenderal” telah selesai ditulis dan siap terbit untuk diluncurkan. Menariknya novel ini adalah novel yang pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan film teaser dari ringkasan novel tersebut sehingga akan lebih memudahkan dan memanjakan para pembacanya untuk berimajinasi pada saat membaca novel tersebut. Sebuah novel yang berkisah tentang Sang Jendral yang terlahir dari sebuah keluarga transmigran yang hidup di bawah garis kemiskinan, yang kemudian sukses menjadi seorang jenderal. Namanya kini berkibar di tanah Bali karena perjalanan kariernya yang sukses dan menjadi suri tauladan. Namun, nama jenderal tersebut masih menjadi sebuah misteri

Penulis novel Lusiana Sanato yang juga sebagai executive produser bersama sutradara muda Casko Wibowo yang pada penulisan novel ini sebagai produser dan sutradara film teasar, akan menerbitkan novel biografi berjudul Romantika Sang Jenderal. “Dari novel tersebut nantinya akan difilmkan setelah terbit dan beredar luas di akhir tahun 2015 nanti,” ujar Lusiana Sanato, sang penulis novel.

Lebih lanjut, wanita kelahiran Bandar Lampung, 20 Agustus 1963 yang akrab disapa Lusi ini, menerangkan, penggarapan novel sudah kelar dan produser akan merevisi kembali dan akan dirampungkan hingga akhir tahun 2015.

Ide penulisan novel ini dari Casko Wibowo dan Winnie Kaori, yang kemudian novel ini ditulis oleh Lusiana Sanato dan Krisna Pabichara. Keduanya mengerjakan bersama-sama setelah melalui penelitian yang cukup panjang. Penulisan novel ini karena kecintaanya kepada sang jenderal yang menjadi panutan masyarakat di Bali dan seluruh Indonesia. Apalagi, bagi masyarakat yang ingin berkarir di bidang militer.

“Saya ingin menumbuhkan motivasi bagi kalangan remaja menjadi teladan tentang perjuangan jenderal tadi dalam mengejar cita-cita. Sebuah perjuangan anak transmigran yang bisa menjadi jenderal,” terang Lusi, yang juga mengatakan, novelnya sudah dalam proses produksi bersama tim di Bali.

Lusiana Sanato dan Casko Wibowo akan mengungkapkan siapa jenderal tersebut kalau novel sudah siap cetak dan akan digelar jumpa persnya.

“Misalnya terjadi pro kontra saya sudah siap, bagi saya hal yang wajar apabila kita berkarya nantinya kita menemui sebuah tanggapan baik pro dan kontra dari masyarakat, pekerja seni, intelektual, dan lain-lain,” pungkasnya. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts