Bintangi Film Dreams, Ardina Rasti Berani Tampil Beda Ala Bintang Korea

Bintangi Film Dreams, Ardina Rasti Berani Tampil Beda Ala Bintang Korea

Ada yang berubah pada diri artis cantik Ardina Rasti. Rambutnya tampak warna-warni. Ternyata rambut itu sesuai dengan karakter yang diperankannya dalam film terbaru berjudul Dreams.

“Sebenarnya ini kemarin habis film baru, Dreams untuk awal tahun, karakternya berubah, selama ini rambut hitam. Aku nggak berani langsung hitamin karena kan proses kimia, jadi aku nikmati aja kondisi aku seperti ini. Kemarin sempat tuh warna sampai tujuh, karakter di film dilihat banget, tujuh warna itu pink, magenta, ungu muda, ungu tua, hijau neon, dan itu glow in the dark, jadi kalau malam itu nyala,” katanya.

Gaya rambut gadis kelahiran Jakarta, 6 Januari 1986 ini mengingatkan kepada bintang-bintang Korea Selatan yang gemar gonta-ganti warna rambut. Karena rambutnya yang diwarna, Rasti harus menjalani perawatan ekstra.

“Yang pasti buat aku kita punya komitmen ekstra untuk merawat, apa dicat, yang pasti mengecat ini membuka pikmen dengan rambut. Apalagi rambut asli paling susah diwarnai, jadi harus rajin perawatan, tapi nggak perlu mahal,” ungkapnya.

Membintangi film Dreams yang berkisah tentang remaja bersuara emas, Rasti harus merelakan rambutnya untuk jadi eksperimen. Namun selain perawatan di salon, ia bisa memberikan perawatan yang ditemukan di rumah.

“Di dapur juga ada, seperti minyak zaitun, minyak kelapa. Waktu pertama-pertama cukup kering, aku lulurin di rambut dan pagi sudah lemes banget. Buah alpukat, kasih pisang diulek, dan paginya lemes banget,” pungkasnya berbagi tips.

Dalam film arahan sutradara Guntur Soeharjanto, Rasti beradu akting dengan Morgan dan Fatin. Rencananya film tersebut bakal rilis di awal tahun 2016 mendatang.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts