Malaysia Incar Oscar

Malaysia Incar Oscar

National Film Development Corporation Malaysia (FINAS) telah menyuarakan niatnya untuk memiliki film lokal yang diperuntukkan seleksi Academy Awards alias Oscar. Demi merealisasikan niatnya itu, perusahaan film Malaysia ini telah menandatangi kontrak kerja sama dengan Hong Kong untuk pembuatan film berlatar petualangan Laksamana Cheng Ho.

Film kolaborasi antara Malaysia dan Hong Kong ini akan berjudul Admiral. Inilah merupakan film thriller epik berdurasi 120 menit yang mengisahkan tentang petualangan Laksamana Cheng Ho, bersama prajurit Pangeran Megat Iskandar. Persahabatan mereka membuat Malaka menjadi pusat perdagangan yang menarik pedagang Portugis, Prancis dan Inggris.

Dengan biaya produksi sebesar 50 juta ringgit Malaysia, Admiral akan melangsungkan pengambilan gambar di beberapa negara, yaitu China, Vietnam dan Thailand. Akan tetapi, lokasi utama akan berada di Malaka. Film ini akan diproduksi oleh perusahaan produksi film Mega Visual Sdn Bhd Malaysia dan Times Production Limited, Hong Kong.

Kontrak kerja sama telah ditandatangani oleh Ketua Finas YB Dato’ Seri Azalina binti Othman Said dan produser film Tony Leung sekaligus CEO Times Production Hong Kong.

CEO Mega Visual Malaysia CL Hor yang juga akan menyutradarai film Admiral ini mengatakan bahwa tujuan film ini adalah menempatkan kembali Malaka sebagai jalur perdagangan internasional, di mana Malaka pernah menjadi kerajaan maritim besar di Kepulauan Melayu.

“FINAS akan mendukung produksi film ini. Seperti yang kita harapkan bahwa Admiral akan menjadi film perdana yang akan memenuhi beberapa elemen yang dibutuhkan menuju misi kami, masuk Oscar,” kata CEO FINAS Dato Kamil Othman. (rentaksejuta)

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts