Happy Salma Luncurkan Buku Biografi Kreatif Desak Nyoman Suarti

Happy Salma Luncurkan Buku Biografi Kreatif Desak Nyoman Suarti

Happy Salma meluncurkan buku biografi kreatif Desak Nyoman Suarti berjudul ‘The Warrior Daughter’. Sebuah buku yang membahas tentang perjalanan seniman perak asal Bali tersebut, yang awalnya berprofesi sebagai penari Bali. Kemampuan menarinya mampu membuatnya keliling dunia dan menjadi pembimbing bagi guru tari di Singapura. Dalam perjalanannya, Suarti yang turun temurun diajarkan membuat kerajinan tangan mulai berkenalan dengan perak. Serta berkenalan dengan berbagai motif ragam hias Nusantara. Ia pun menjadi eksportir perhiasan perak yang memiliki networking di pasar dunia.

“Ide menulis buku ini adalah ide yang sangat besar dan kreatif. Masyarakat Indonesia harus mengenal dia,” ucap Happy saat peluncuran ‘The Warrior Daughter’ di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Lebih lanjut, aktris kelahiran Sukabumi, 4 Januari 1980 ini menerangkan, setiap orang memang punya kisah hidupnya sendiri. “Dan Suarti menjadi perempuan Bali yang mampu mendobrak dan memilih apa yang ingin dijalaninya,” katanya.

Happy mengaku sangat antusias menerbitkan buku ini. “Jika kualitas generasi muda zaman sekarang dapat sekuat dan sekreatif Desak Nyoman Suarti, maka bukan tak mungkin Indonesia dapat menelurkan banyak seniman dengan karya seni budaya yang akan membuat kagum masyarakat Internasional,” ujar istri dari Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa ini.

Buku yang diterbitkan Titimangsa Foundation dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris ini dihiasi foto-foto hasil kerajinan aksesori perak yang sarat akan ragam hias Nusantara yang dibuat oleh Suarti. “Semoga perjalanan mandiri hidup Suarti dapat menginspirasi banyak perempuan di Indonesia,” pungkasnya.

‘The Warrior Daughter’ setebal lebih dari 200 halaman itu awalnya mengisahkan tentang seniman Bali yang dituduh mencuri hak cipta milik seorang seniman Amerika yang mempatenkan motif ragam hias dari Tanah Air. Desak Nyoman Suarti tentu tak tinggal diam dan langsung maju menghadapi tuntutannya di pengadilan New York, Amerika Serikat. Happy Salma pun menuliskan kisah perjalanan Suarti eksis di pasar dunia hingga profil pribadinya yang penuh lika liku.

Buku biografi kreatif ini terdiri atas lima bab dengan, yakni tentang warisan budaya yang terampas, penari kecil di negeri jauh, tarian di atas kanvas, perjodohan yang mendaki dunia, dan pulang ke tanah pangkal. Khusus untuk cetakan pertama, Happy mencetaknya sebanyak 600 eksemplar, yang sebagian besar ditujukan untuk diskusi dan koleksi. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts