Film Kastil Tua, Reuni Berujung Uji Nyali

Film Kastil Tua, Reuni Berujung Uji Nyali

Apa yang diharapkan dari sebuah reuni? Tentu pertemuan kembali yang menyenangkan! Masing-masing orang memperlihatkan perubahan keadaannya. Lalu, bagaimana kalau sebuah reuni berujung uji nyali? Tentu akan lebih seru karena bisa mengukur nyali orang yang paling berani! Demikian yang megemuka dari film ‘Kastil Tua’. Sebuah film yang mengangkat kisah horror dan misteri yang terjadi di bangunan peninggalan bersejarah Negeri Jiran Malaysia (Kelly’s Castle). Kastil ini merupakan peninggalan seorang bangsawan skotlandia yang meninggalkan Malaysia di saat perang dunia pertama bernama Kelly Smith.

Kisahnya tentang empat sahabat yang telah lama terpisah yakni Tristan, Sarah, David dan Clara. Dimana Tristan dan Sarah tinggal di Jakarta, sedangkan David dan Clara kembali ke Malaysia setelah tamat SMA di Jakarta. Namun mereka berjanji untuk reuni bertemu lagi beberapa tahun kemudian di Malaysia.

Rencanya reuni mereka isi dengan perjalanan menyinggahi tempat-tempat wisata di Malaysia, tapi lotak kayu yang telah lama mereka kubur membawa mereka ke Kelly’s Castle. Sebuah kastil peninggalan masa lalu yang megah. Tetapi apa yang terjadi sesampainya di sana membuat mereka depresi. Mereka tak pernah bisa keluar dari kastil itu. Mereka terkunci oleh kekuatan gaib dan kematian yang mengancam setiap detik.

Penampakan sosok perempuan menggunakan pakaian pengantin selalu menghantui mereka dan meminta mereka untuk memecahkan kisah kematian dan misteri di dalam kastil tua ini. Reuni menyenangkan yang mereka bayangkan berubah menjadi pelarian penuh ketakutan saat mereka tak bisa keluar dari kastil tua tersebut.

Film produksi Capitol Entertaiment dan Fimtab SDN BHD dengan arahan sutradara wanita tanah air spesialis film horor Chiska Doppert dan skenario garapan Ery Supit ini dibintangi Kimberly Rider berperan sebagai Sarah, Ajun Perwira (Tristan), aktor dari Malaysia Josiah Hogan (David), Samantha Katie (Clara), dan Alina Saraswati sebagai hantu Kelly. Film ini tayang di bioskop mulai 6 Agustus 2015. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts