Fantastis, Novel Critical Eleven Terjual 1.111 Eksemplar dalam 11 Menit!

Fantastis, Novel Critical Eleven Terjual 1.111 Eksemplar dalam 11 Menit!

Novelis Ika Natassa kembali membuat kejutan: 1.111 eksemplar novel terbarunya, Critical Eleven, habis terjual hanya dalam waktu kurang dari 11 menit, pada pre-order yang diselenggarakan awal Juli lalu di enam toko buku online pilihan. Sebuah prestasi yang fantastis dalam dunia perbukuan di Tanah Air.

Pre-order yang diadakan untuk menyambut terbitnya novel yang dirilis reguler di toko buku dan toko buku online di seluruh Indonesia pada minggu kedua Agustus ini ternyata menciptakan kehebohan di media sosial. Tagar #CriticalEleven sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia, serta ratusan love dan comment juga didapat dari Instagram pada saat pre-order berlangsung. Antusiasme yang begitu besar ini tidak diduga sebelumnya oleh Ika Natassa. Ia mengaku mendapat banyak sekali e-mail maupun tweet bernada sedih dari pembaca yang tidak kebagian novel pada saat pre-order.

”Aku sama sekali nggak menyangka Critical Eleven akan habis kurang dari sebelas menit, bahkan awalnya aku dan tim Gramedia merencanakan pre-order akan dibuka selama sebelas hari, tapi ternyata belum sampai satu hari sudah habis,” ujar Ika. “Setelah pre-order aku sempat bikin lelang novel Critical Eleven untuk mereka yang belum kebagian, dan karena bertepatan dengan bulan Ramadan, keseluruhan hasil lelangnya untuk donasi. Lagi-lagi aku dibuat kagum oleh kegigihan pembaca untuk mendapatkan novel ini, karena hasil lelangnya benar-benar di luar bayangan. Saat itu tiga eksemplar Critical Eleven dilelang sebesar total 9,5 juta rupiah.”

Critical Eleven berkisah tentang kehidupan cinta pasangan fiksi Ale dan Anya, yang pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Perkenalan itulah yang akhirnya mendatangkan beragam pengalaman bagi mereka berdua, baik menyenangkan maupun tidak. Sebelum menjadi novel, kisah pasangan Ale dan Anya pernah dikenalkan dalam bentuk cerpen di buku kumpulan cerpen Autumn Once More yang terbit 2013.

“Critical eleven dalam dunia penerbangan adalah sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. Menurutku itu persis seperti waktu kita kenalan sama orang; tiga menit pertama kritis karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Sebelas menit itu tecermin dalam kisah Ale dan Anya,” ujar Ika ketika ditanya mengenai judul novel terbarunya.

“Kemampuan Ika mengatur karier sebagai banker dan sebagai penulis harus diapresiasi. Tidak banyak orang yang berdedikasi menjalani dua profesi sekaligus dan sukses di keduanya. Semoga Critical Eleven dan karya-karya Ika selanjutnya akan selalu mendapat tempat di hati para pembaca,” tutur Siti Gretiani, General Manager Gramedia Pustaka Utama.

Critical Eleven adalah novel ketujuh dari penulis yang dinominasikan menjadi Penulis Muda Berbakat di Khatulistiwa Literary Award tahun 2008 ini, setelah A Very Yuppy Wedding (2007), Divortiare (2008), Underground (2010), Antologi Rasa (2011), Twivortiare (2012), dan Twivortiare 2 (2014). A Very Yuppy Wedding terpilih menjadi Editor’s Choice Majalah Cosmopolitan Indonesia tahun 2008, dan saat ini Antologi Rasa sedang dalam proses produksi untuk diadaptasi menjadi film layar lebar.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts