Bintangi Film Horor ‘Palasik’, Fifie Buntaran Mengalami Pengalaman Mencekam

Bintangi Film Horor ‘Palasik’, Fifie Buntaran Mengalami Pengalaman Mencekam

Aktris cantik nan seksi Fifie Buntaran memang dikenal banyak membintangi film horor. Seperti di antaranya: Pantai Selatan (2013), Eyang Kubur (2013), Rumah Bekas Kuburan (2012). Membintangi film horor ‘Palasik’, Fifie mengalami pengalaman mencekam.

“Rasanya tegang! Bawaannya ngeri karena shooting di hutan, ditambah lagi jadwal shootingnya malam menjelang subuh dengan suara jangkrik, binatang-binatang malam lainnya jadi terasa makin mencekam, “ tutur Fifie Buntaran kepada Moviegoers.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Pontianak, 4 Oktober 1979 itu menerangkan pengalamannya selama shooting. “Selama shooting alhamdulillah nggak ada halangan karena ada yang jagain. Intinya ya permisi masuk hutan,” terang Fifie.

“Karena shootingnya malam menjelang subuh terus bawaannya ngantuk jadi diumpanin kopi melulu sama asisten, akhirnya fibun tegor, lo pikir gue diumpanin kopi melulu, “ ungkapnya tergelak.

Fibun berperan sebagai seorang ibu hamil yang diteror hantu kepala terbang, meski porsi adegannya sedikit, tapi mampu mencuri perhatian penonton. Ketika ditanya, apakah tidak takut melihat hantu kepala terbang? Dengan sigap, Fibun menjawab, “Takutlah lihat kepala terbang dengan usus terburai. Aje gile kalo kagak serem, mah!”

Ke depan, Fibun terobsesi peran jadi warior. “Hahaha kayak Xena the Warior gitu. Jadi bener-bener berantem begitu kan seru. Paling, nanti les akting beladiri agar terlihat indah di kamera, “ pungkasnya sumringah.

Dalam film produksi Movie Eight, Rumah Satu Film dan Popcorn Film dengan arahan sutradara Dedy Mercy dan skenario garapan Baskoro Adi ini, Fibun beradu akting dengan Siti Badriah, Joe Richard, Atiyah Shahab dan Baron Hermanto. Film ini tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2015. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts