Bintangi Film Drama Komedi Lamaran, Acha Septriasa Usaha Bikin Orang Ketawa

Bintangi Film Drama Komedi Lamaran, Acha Septriasa Usaha Bikin Orang Ketawa

Tampaknya tak mudah bagi Acha Septriasa untuk melakoni perannya sebagai seorang pengacara asal Batak dalam film ‘Lamaran’. Apalagi film produksi Rapi Films ini bergenre drama komedi, yang itu tentu menjadi sesuatu yang baru bagi dirinya. Tak tanggung-tanggung, Aktris Terbaik FFI 2012 itu perlu waktu berminggu-minggu untuk bisa benar-benar melakoni karakter bernama Tiar, gadis Batak yang bekerja sebagai pengacara

“Film komedi Indonesia sudah mulai berkembang dan temanya Indonesia banget. Jadi Batak tantangan banget buatku. Memerankan karakter komedi kan susah. Yang aku khawatirkan gimana enggak jadi aktris film drama. Aku berusaha bikin orang ketawa di dalam bioskop. Orang ketawa aku sudah senang,” kata Acha Septriasa saat jumpa pers seusai press screening film ‘Lamaran’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015) petang.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 1 September 1989 ini menerangkan usahanya bikin orang ketawa dengan membaca skenarionya sampai berminggu-minggu dan melihat percakapan beberapa aktivis di layar televisi. “Dua minggu reading. Banyakan lihat wawancara OC Kaligis, Ratna Sarumpaet yang Batak banget. Memperjuangkan kasus. Pelajarin pengacara Batak. Baca skrip baik-baik,” terang Acha yang mengaku belajar bahasa Batak dibantu guru aktingnya.

“Kesulitan logat Batak pasti lah itu. Belajar sampai belepotan banget,” imbuhnya..

Menurut Acha, bagian tersulit adalah mengatur volume suara. Kadang ingin berbicara tetapi terdengar seperti sedang marah. “Juga bagian yang tidak kalah penting adalah menjaga dialog agar tidak kehilangan maknanya, “ pungkasnya.

Film arahan sutradara Monty Tiwa ini berkisah tentang pengacara Tiar (Acha) yang harus berpura-pura berpasangan dengan Aan (Reza Nangin) karena suatu kasus yang sedang ditanganinya. Film yang juga dibintangi Restu Sinaga, Emak Gondut, Arie Kriting, Sacha Stevenson, Cok Simbara, Darti Manulang, Mongol, Wieke Widowati, dan Eka Sitorus ini mulai tayang di bioskop 15 Juli 2015 mendatang. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts