Angin Segar, PAMMI Berikan Hasil Royalti kepada Pencipta Lagu Dangdut

Angin Segar, PAMMI Berikan Hasil Royalti kepada Pencipta Lagu Dangdut

Angin segar bagi para pemegang hak cipta, khususnya para seniman, baik pencipta lagu, pelaku pertunjukan dan produser phonogram dengan diundangkannya Undang-undang No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta yang merupakan penyempurnaan dari Undang-undang No 19 tahun 2002. Berdasarkan undang-undang itu, Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) bersama Asosiasi Pencipta Dangdut Indonesia (APADI) dan PT Royalti Anugrah Indonesia (RAI) memberikan hasil royalti kepada para pencipta lagu, yang secara simbolis diberikan kepada ahli waris tiga pencipta lagu yang sudah meninggal, yaitu Meggy Z sebesar Rp 5 juta, Mochtar B (Rp 20 juta) dan Leo Waldi (Rp 20 juta).

“Mungkin teman-teman bertanya kenapa Meggy Z hanya 5 juta? Karyanya memang lebih banyak karya mereka berdua (almarhum Muchtar dan Leo Waldi). Meskipun sebagai penyanyi memang Meggy Z lebih populer,” ucap Waskito selaku Sekjen PAMMI saat jumpa pers di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2015) petang.

Lebih lanjut, Waskito menerangkan, bahwa selama berjalan selama dua tahun sejak tahun 2013. “Kita berhasil menghimpun royalti sebesar Rp 6 miliar yang dibagikan sekitar 200 pencipta lagu yang tergabung dalam APADI,” terang Waskito.

Menurut Waskito, pemberian royalti dilakukan dua kali dalam setahun. Selama penghimpuan royalti ini, pencipta lagu sekaligus penyanyi Rhoma Irama yang dijuluki Raja Dangdut yang mendapatkan royalti terbesar. Melihat karyanya yang masih abadi hingga saat ini.

“Bocoran satu aja di rumah karaoke Happy Puppy, lagunya sudah 2.400.036 kali diputar dalam satu tahun di seluruh outlet di indonesia. Hingga saat ini Rhoma tahun ini menerima Rp 300juta,” sambungnya.

KESEJAHTERAAN
Adapun Ikke Nurjanah, ketua harian PAMMI, menilai pemberian hasil royalti ini sebagai bentuk upaya memberikan kesejahteraan kepada pencipta lagu dangdut yang di bawah naungan PAMMI.

“Kesejahtaran dalam proses, dalam perjalanannya dari 2013 sampai sekarang open manajemen dari RAI data yang siapa menerima, ada yang membuat kita percaya. Ada peningkatan saat menerima royalti,” ungkapnya.

Selain itu, PAMMI juga membentuk Lembaga membentuk Lembaga Manajemen Kolektif untuk para produser, penyanyi dan pemusik untuk memperjuangkan hak ekonomi mereka. Artis Dangdut Indonesia (ARDI) sebagai asosiasi bagi para pelaku pertunjukan yaitu penyanyi dan pemusik dangdut. Sedangkan bagi produser dangdut dibentuklah Royalti Musik Nusantara (RMN). Kedua asosiasi itu diketuai oleh Rhoma Irama. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts