Pak Raden Ajak Anak Berpetualang dalam Dongeng Nusantara

Pak Raden Ajak Anak Berpetualang dalam Dongeng Nusantara

Kita tentu mengenal Pak Raden, sosok boneka dalam Serial Boneka ‘Si Unyil’ yang begitu populer pada tahun 80-an dan awal 90an. Baru-baru ini, Pak Raden bersama Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) menggelar acara Dongeng Nusantara di Auditorium Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia.

“Saya bahagia sekali diundang untuk menghibur anak-anak di Galeri Indonesia Kaya dengan membawakan dongeng boneka. Dunia anak menjadi inspirasi saya untuk terus berkarya sampai dengan saat ini, karena mereka penuh dengan imajinasi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan adanya pertunjukan ini, saya berharap anak Indonesia bertambah minat dalam membaca dan mendongeng cerita yang berasal dari tanah airnya sendiri,” ujar Drs. Suyadi atau yang biasa dikenal dengan Pak Raden,

Kreator Serial Boneka ‘Si Unyil’ adaah Drs Suyadi yang kemudian lebih dikenal dengan Pak Raden. Lelaki yang pernah bekerja selama 3 tahun sebagai animator di salah satu studio animasi di Prancis ini telah mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya adalah penghargaan Ganesha Widya Jasa Utama karena telah menunjukkan jasa dan prestasi yang menonjol sebagai pelopor Bidang industri Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator di tingkat nasional, pada peringatan 92 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia.

Renitasari Adrian Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, memberi apresiasi. “Pak Raden adalah legenda yang pastinya sudah kita kenal, beliau menciptakan karakter Pak Raden di film boneka Si Unyil. Melalu iprogram tersebut Pak Raden akhirnya menjadi salah satu ikon pendongeng anak-anak. Bersama KPBA, mereka menampilkan sebuah pertunjukan yang mengedukasi namun tetap menghibur, khususnya bagi anak-anak, ” tuturnya.

MISI
Pada pertunjukan kali ini ada bermacam-macam dongeng nusantara dibawakan salah satunya cerita tentang Si Kancil. Pada cerita ini, si Kancil dan Kura-kura adalah dua sahabat yang berencana pergi menuba ikan. Di tengah jalan berbagai binatang lain ikut serta, sampai akhirnya kelompok si Kancil menjadi sepuluh orang. Ketika mereka menuba ikan, salah satu binatang selalu menjaga perolehannya, tetapi harimau datang mengambil dan memakan ikan-ikan tangkapan mereka. Akhirnya hanya kancil yang dapat mengalahkan harimau dan mereka semua kembali ke tempat masing-masing dengan membagi perolehan ikan-ikan.

“Misi kami adalah untuk membangkitkan minat baca anak Indonesia dan mengembalikan budaya mendongeng. Bersama dengan Pak Raden, tokoh yang telah dikenal anak-anak Indonesia, kami sangat berharap anak-anak yang menyaksikan dapat ikut terhanyut ke dalam jalan cerita serta pesan yang tersirat dalam dongeng ini dapat tersampaikan,“ ujar DR. Murti Bunanta, Pendiri dan Ketua dari Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA).

KPBA adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh DR. Murti Bunanta SS,MA tahun 1987. Sejak berdiri, KPBA aktif mengadakan berbagai seminar dan lokakarya dengan berbagai golongan sebagai usaha untuk meningkatkan mutu bacaan anak Indonesia. KPBA juga menggalang kerjasama dengan pemerintah, institusi dalam dan luar negeri demi kemajuan bacaan anak. Anggota KPBA terdiri dari berbagai latar belakang, seperti dosen, peneliti, doktor, penulis, illustrator, pendongeng, guru, orang tua dan lain-lain. Yang membanggakan KPBA mempunyai 76 mitra di luar negeri. KPBA juga menghasilkan buku-buku bermutu yang mendapat penghargaan internasional. KPBA merupakan pionir dalam peningkatan mutu bacaan anak Indonesia. DR. Murti Bunanta adalah ahli sastra anak, folklorist anak, pengarang 50 buku yang 8 diantaranya mendapat penghargaan internasional.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts