Festival Budaya Populer Popcon Asia 2015 Siap Digelar

Festival Budaya Populer Popcon Asia 2015 Siap Digelar

Festival budaya populer tahunan terbesar di Asia, Popcon Asia 2015, siap digelar. Festival yang tahun lalu sukses menarik hampir sebanyak 25 ribu pengunjung ini akan digelar pada 7 – 9 Agustus 2015, di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Tahun ini Popcon Asia akan digelar dengan skala lebih besar dengan menambah jumlah seniman yang akan memperlihatkan hasil karya mereka baik itu komik, film, animasi, mainan, dan desain dengan lebih dari 200 booth. Sebuah festival yang digelar sebagai salah satu bentuk apresiasi bagi para kreator lokal yang telah berkarya dan berkontribusi dalam memajukan industri kreatif di Indonesia.

“Ada IP exhibition, yakni exhibition dari para eksibitor kita. Di situ nanti akan ada satu area yang khas gitu berisi artist-artist, jadi pengunjung bisa bertemu dengan bertemu dengan para kreatornya karya, bisa liat-liat hasil karyanya, atau minta tanda tangan. Terus di main stage ada performer, ada talkshow dana da launching film ya. Tahun ini akan lebih banyak di komik,” ungkap Mayumi Haryanto selaku Program Director Popcon Asia 2015 sekaligus CEO Kreavi.com saat press conference Popcon Asia 2015 di Conclave, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2015) siang.

Lebih lanjut, Mayumi menerangkan, dengan mengangkat tema ‘A Voyage to Galaxy’, Popcon Asia tahun ini ingin lebih menonjolkan perjalanan creator-kreator Indonesia ke dunia global. “Pada acara ini para kreator lokal juga bisa bertemu dengan para kreator dari negera-negara lain untuk belajar dan juga berbagi pengalaman, “ terang Mayumi.

Menurut Mayumi, Popcon Asia juga bisa menjadi ajang memperluas jaringan kerja serta tempat untuk para kreator bertemu dengan para penggemarnya. “Rangkaian acara Popcon Asia akan meliputi pameran dan penjualan karya, arena permainan, pertunjukkan panggung, talk show, master class, dan lain-lain, “ ungkapnya.

Grace Kusnadi selaku CEO Revata dan founder Popcon Asia, menambahkan, “Jadi misi Popcon ini, kita berusaha setiap tahun jadi sebuah tempat untuk semua kreator lokal agar bisa memamerkan hasil karyanya serta bisa masuk ke dunia global. Tahun ini kita juga ada kreator dari luar negeri. Kreator lokal bisa belajar dari kreator dari negara-negara lain. Selain itu kita juga undang asosiasi komik dari negara lain agar bisa bertukar pikiran dengan teman-teman di Indonesia.”

Popcon Asia kembali didukung oleh pusat kebudayaan dari Prancis dan Korea untuk mendatangkan produk-produk pop culture andalan serta kreator dari kedua negara tersebut. Dari Prancis akan hadir Pierre Meloni, kreator Lucky Luke & Nicolas Finnet dari Angoulême International Comics Festival. Sementara dari Korea akan memperkenalkan dua ikon animasi pendidikan, salah satunya Robocar Poli, serta mengundang Jung Seok Woo (Webtoon Korea Orange Marmelade). Selain itu juga akan hadir kreator dari komik Green Lantern, Billy Tan.

Selain itu, Popcon Asia juga akan kembali menjadi tempat penyelenggaraan penganugerahan Kosasih Award, sebuah penghargaan yang diberikan bagi karya komik terbitan lokal terbaik setiap tahunnya. Kemudian Popcon Asia tahun ini juga kembali mengadakan sebuah kontes bertajuk Pop Babes. Ini merupakan ajang ini yang akan memilih perempuan penggemar pop culture yang nantinya akan jadi duta Popcon Asia selama satu tahun.
“Kita juga ada program Pop Babes. Itu sebenernya kaya pemilihan-pemilihan perempuan menarik, talented yang paham banget dengan geek culture dan pemenangnya akan dijadikan duta Popcon Asia,” ucap Mayumi.

Ada yang baru dari Popcon tahun ini, yakni Portfolio Review yang merupakan salah satu ajang di Popcon yang mempertemukan para kreator dengan para publisher.
“Portfolio Review adalah bisnis matching, kita akan menghadirkan banyak publisher, jadi kita berusaha nge-match, misalnya kalian penulis naskah ingin ketemu dengan publisher, di sini kalian bisa make appoitment ketemu dengan publisher langsung, entah itu berbentuk naskah atau portpolio karya,” paparnya lagi.

Selain itu juga pada sesi pembukaan Popcon Asia 2015 akan hadir Ibu Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya. Beliau akan memaparkan beberapa perencanaan mengenai Surabaya sebagai Kota Kreatif. Salah satunya adalah dengan mendukung dan memberikan ruang bagi para komunitas kreatif untuk berkolaborasi dan bekerjasama dalam mengembangkan proyek yang bermanfaat bagi kota.

Popcontak lengkap tanpa menghadirkan unsur kearifan lokal Indonesia, untuk itu, Pop Con Asia 2015 akan meluncurkan motion comic yang mengangkat cerita kepahlawanan berlatar kerajaan Majapahit. Komik ini merupakan hasil kolaborasi antara Kosmik, sebuah penerbit komik dengan Layaria, online video network terbesar di Indonesia.

Festival ini merupakan proyek bersama antara beberapa perusahaan yang bergerak di industri kreatif seperti Revata, Fabula, Kibar, Kreavi, Layaria, Pionicon, dan Plastic Culture. Selama tiga hari, Popcon Asia 2015 yang juga didukung oleh oleh Korean Cultural Center (KCC), Institut Français d’Indone;sie (IFI), dan Akademi Samali. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts