DKR dan Kemenpora Sukses Gelar Pelatihan Sineas Tingkat Nasional

DKR dan Kemenpora Sukses Gelar Pelatihan Sineas Tingkat Nasional

Dewan Kreatif Rakyat (DKR) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah sukses menggelar pelatihan sineas tingkat nasional yang diikuti oleh 330 pemuda dari 33 provinsi di Indonesia. Dalam pelatihan yang digelar 8-11 Juni 2015 ini menggabungkan teori dengan lebih banyak praktek. Caranya, para peserta pelatihan ini akan diikutkan dalam berbagai festival film.

HARAPAN
Salah seorang peserta pelatihan, Khairunnisa Ali dari Aceh, mengharapkan bahwa pelatihan ini sangat penting, dan harusnya dapat diadakan bukan hanya di Jakarta, tapi juga di pelosok-pelosok daerah. “Ini akan menggerakkan pemuda Indonesia untuk dapat berkarya di industri kreatif.,“ ucap Khairunnisa tampak penuh semangat dalam acara press conference penutupan pelatihan sineas tingkat nasional oleh DKR dan Kemenpora, di Cengkeh Ballroom, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (11/6/2015) siang.

Begitu juga dengan para peserta lainnya punya harapan yang sama, seperti di antaranya; peserta dari Riau, Chandra Alfindodes, pelatihan ini sangat luar biasa dan inspiring, apalagi dia dapat belajar dan mengerti makna strategis film bagi masa depan bangsa. Bukan hanya dari sisi kreatif, tapi juga dari sisi pembentukan karakter bangsa.

Husnul Hudayni dari Lombok merasa bersyukur, karena lewat pelatihan ini ia dan kawan-kawannya memperoleh “transfer of knowledge” dari puluhan sineas terbaik internasional lewat sharing yang mereka berikan. Sedangkan Akbar Azmi dari Banten sudah tidak sabar untuk segera membuat film pertamanya lewat bimbingan team DKR yang akan terus memonitor perkembangan mereka secara rutin.

TANTANGAN
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam pidatonya di Malam Penghargaan International Film Festival yang diadakan pada tanggal 9 Juni lalu, secara blak-blakan menantang DKR untuk dapat melahirkan 5000 sineas pemuda dalam kurun waktu setahun. “Saya menunggu nanti akan lahir lima ribu sineas baru di Indonesia,” tantangnya.

Lebih lanjut, sang menteri berpesan agar hasil pelatihan ini dikawal ketat hingga benar-benar melahirkan sineas-sineas muda bagi masa depan bangsa. “Ajang kreatifitas dalam bidang perfilman di Indonesia ini menjadi salah satu fokus dari kementerian yang kita nakhodai, “ katanya.

Untuk itu, sang menteri mengandalkan DKR untuk dapat memupuk dunia sineas di Indonesia sebagai langkah untuk menciptakan para pemuda kreatif, khususnya di bidang film di tanah air. Tidak saja menciptakan film pendek, akan tetapi juga karya dengan durasi panjang berkualitas yang tentunya dapat mempersatukan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
“Kemenpora mendorong bidang sineas, sehingga nanti akan lahir para sutradara profesional,” pungkasnya.

Menurut Sekjen DKR Dedeh Kurniasih, tantangan ini disambut DKR dengan tangan terbuka. “Semoga generasi baru perfilman Indonesia segera lahir dari daerah-daerah yang paling pelosok lewat pelatihan-pelatihan ini, “ katanya.

OPTIMIS
Profesor Alex Azmi dari University of California (UCLA) merasa sangat terhormat dapat berbagi ilmu dengan para pemuda Indonesia, dan berharap alih teknologi dapat berlangsung mulus. Sedangkan Elizabeth Baker, sineas Hollywood yang sudah membuat 11 film cerita panjang ini berharap, nantinya, para pemuda ini dapat magang di beberapa studio-studio besar di Hollywood.

Damien Dematra sendiri sebagai narasumber utama dari pelatihan ini optimis para sineas ini akan sukses menjadi generasi baru sineas Indonesia yang berbudaya dan berhati nurani serta mengharumkan nama Indonesia di mancanegara, setelah melihat antusiasme para peserta yang sungguh luar biasa. “Kita optimis karena kita melihat antusiasme para peserta yang sungguh luar biasa, “ ucapnya.

Di samping pelatihan, DKR juga membuat TV berbasis komunitas youtubers, yaitu DKR TV Indonesia. Ini menjadi salah satu sarana, di mana karya anak-anak bangsa tersebut dapat ditampilkan secara berkala serta sebanyak mungkin. (AS/DSP)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts