Film Dibalik 98, Film Terfavorit Indonesian Movie Award 2015

Film Dibalik 98, Film Terfavorit Indonesian Movie Award 2015

Film ‘Dibalik 98’ terpilih menjadi Film Terfavorit Indonesian Movie Award (IMA) 2015. Film yang berkisah tentang sejarah reformasi 1998 dengan dibintangi Chelsea Islan dan Boy William ini berhasil menyingkirkan film terbaik FFI 2014, ‘Cahaya dari Timur: Beta Maluku’. Juga delapan film nominator lainnya; 3 Nafas Likas, 7 Hari 24 Jam, 99 Cahaya di Langit Eropa part 2, Merry Riana, Nada Untuk Asa, Pendekar Tongkat Emas, Strawberry Surprise dan The Raid 2: Berandal.

Lukman Sardi, sutradara film ‘Dibalik 98’ melihat kemenangannya sebagai sebuah beban dan motivasi untuk membuat film yang lebih baik lagi. “Kita berusaha membuat yang terbaik untuk berkarya, ini menjadi beban dan motivasi untuk membuat film yang lebih baik lagi,” kata Lukman kepada wartawan, di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).

Lebih lanjut, Lukman menerangkan, Piala IMA 2015 ini didedikasikan untuk para reformis yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto. Terutama keluarga para reformis yang menuntut keadilan karena hilangnya sejumlah aktivis dalam kejadian itu. “Gue dedikasikan untuk pejuang reformasi, dan para keluarga yang menanti penyelesain kejadian ini,” terang Lukman.

Menurut Lukman, piala ini juga seharusnya membuat pemerintah sadar. Jika insan film tak bisa hidup tanpa dukungan dari pemerintah. Di masa-masa mendatang, pemerintah dan insan film bisa bersinergi untuk membuat film lokal makin berkualitas.

“Film Indonesia agar lebih maju dari segi mutu. Kita gak menuntut banyak dari penonton. Tetapi film harus tetap ada. Kita butuh pasangan, dalam hal ini pemerintahlah pasangan kita. Pemerintah harus mendukung perfilman Tanah Air,” pungkasnya.

Selain itu, Lukman juga berhasil mendapat gelar Pasangan Terbaik IMA 2015atas aktingnya bersama Dian Sastrowardoyo di film 7/24.

Berikut daftar pemenang IMA 2015 selengkapnya:

Pemeran Utama Wanita Terbaik: Marsha Timothy (Nada untuk Asa)
Pemeran Utama Pria Terbaik: Chicco Jericho (Cahaya dari Timur: Beta Maluku)
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Laura Basuki (Haji Backpacker)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Arifin Putra (The Raid 2: Berandal)
Pemeran Anak-anak Terbaik: Tissa Biani (3 Nafas Likas)
Pemeran Utama Pria Terfavorit: Chicco Jericho (Cahaya dari Timur: Beta Maluku)
Pemeran Utama Wanita Terfavorit: Marsha Timothy (Nada untuk Asa)
Pendatang Baru Terbaik: Bebeto Leutualy (Cahaya dari Timur: Beta Maluku)
Pendatang Baru Terfavorit: Sumarlin Beta (Garuda 19 Movie)
Pasangan Terbaik: Lukman Sardi & Dian Sastrowardoyo (7 Hari 24 Jam)
Soundtrack Terfavorit: Indonesia Negeri Kita Bersama – Angel Peters (Di Balik 98)
Film Terfavorit IMA 2015: Di Balik 98
Special Award: Alex Komang
Life Achievement: Mieke Widjaya

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts