Animasi Indonesia Kini Mulai Eksis

Animasi Indonesia Kini Mulai Eksis

Selama ini anak-anak menggemari animasi luar negeri, seperti di antaranya: Upin & Ipin, Marsha and The Bear, Spongebob Squarepants, Shaun The Sheep, Little Krishna. Tapi, kini anak-anak juga mulai menggemari animasi negeri sendiri yang mulai eksis. Animasi asli produksi Indonesia yang layak ditonton dan juga mendidik, yakni di antaranya; Adit & Sopo Jarwo, Keluarga Somat, Entong dan Bilu Mela.

Adit & Sopo Jarwo, serial animasi kocak dan juga membawa pesan-pesan moral ala Indonesia. Kisahnya tentang anak laki-laki bernama Adit yang sering diramaikan dengan ulah licik jahil namun lucu dari Jarwo dan anak buahnya yang dungu bernama Sopo. Meskipun Sopo dan Jarwo digambarkan sebagai karakter antagonis, eksekusi cerita serial ini sangat halus dan kocak, sehingga tak terasa seperti ada karakter antagonis.

Animasi produksi MD Animation ini ditayangkan oleh saluran MNC TV, tayang setiap hari Senin – Jum’at pukul 16.00 WIB. Serial animasi Adit & Sopo Jarwo terpilih menjadi duta Hari Film Nasional, untuk satu tahun kedepan sosok Adit & Sopo Jarwo akan muncul di intro film-film nasional di Bioskop. Dalam setiap serialnya, kadang ada edisi khusus yang menampilkan bintang tamu, salah satu artis yang pernah menjadi bintang tamu di serial Adit & Sopo Jarwo adalah girlband Cherry Belle, mereka tampil dalam versi animasi bersama Adit, Sopo dan Jarwo dan teman-teman Adit. Dalam rangka peringatan Hari Film Nasional 30 maret lalu, Adit & Sopo Jarwo menampilkan bintang tamu istimewa yaitu presiden Jokowi dalam versi animasi.

Keluarga Somat, serial animasi produksi PT. Animasi Katun Indonesia atau juga dikenal dengan Dreamtoon Animation Studios ini tak kalah kocak dengan Adit & Sopo Jarwo dan juga membawa pesan-pesan moral ala Indonesia. Kisahnya tentang kehidupan keluarga kecil yang terdiri dari ayah ibu dan dua orang anak. Pak Somat adalah pekerja pabrik yang mempunyai istri bernama Inah, mereka mempunyai dua orang anak bernama Dudung dan Ninung. Dua anak ini diceritakan mempunyai kepribadian yang sangat berbeda. Dudung sebagai seorang laki-laki cenderung bandel dan nakal, Ninung sebagai seorang anak perempuan lebih pendiam dan penurut. Cerita yang diangkat dalam serial Keluarga Somat selalu menggambarkan realitas kehidupan masyarakat di Indonesia, oleh karena itu kisah ini sangat menarik diikuti oleh semua umur lapisan masyarakat.

Serial Keluarga Somat mulai ditayangkan di stasiun TV Indosiar sejak tahun 2013 lalu. Pertama-tama serial ini hanya ditayangkan setiap Sabtu pagi bersama dua serial animasi lainnya yang berjudul Nina Sahabatku dan Pendekar Lalat Samufly. Untuk sekarang ini serial Keluarga Somat bisa dilihat setiap hari pukul 07.30 hingga 08.30 dengan hari Jumat hingga Minggu akan muncul episode baru.

Entong, serial animasi produksi MD Animation ini berkisah tentang anak laki-laki bernama Entong yang cerdik dan baik hati. Entong mengangkat kisah berlatar belakang Jakarta, tetapi juga diramaikan dengan budaya-budaya daerah yang muncul di beberapa karakternya. Kisah yang dibawakan dalam serial animasi Entong selalu membawa pesan moral tetapi tetap tak meninggalkan sisi hiburan di dalamnya.

Bilu Mela, serial animasi yang tak melibatkan karakter manusia, tetapi ikan yang menceritakan kehidupan dua karakter ikan hias yang tinggal di akuarium mereka masing-masing. Bilu adalah ikan yang berwarna biru, dengan karakter ekstorvert, hebih dan sedikit ceroboh. Mela karakter ikan berwarna merah mempunyai karakter yang bisa dikatakan kebalikan dari karakter Bilu.

Bilu Mela merupakan hasil karya dari seorang animator lulusan Institut Kesenian Jakarta bernama Fajar Nuswantoro. Bilu Mela pertama kali tayang di layar kaca pada Februari 2014 di MNC TV. Selain tayang di Indonesia, Bilu Mela juga direncanakan akan segera tayang di luar negeri karena jaringan Encripta Brazil dan Al Jazeera TV dikabarkan sudah membeli lisensi animasi Bilu Mela. Selain itu Bilu Mela juga pernah diputar di Perancis dalam ajang MIPCOP di Cannes.

Bilu Mela diproduksi tanpa menggunakan dialog, sehingga diharapkan animasi ini bisa masuk ke berbagai pasar internasional. Diketahui sang kreator Fajar Nuswantoro juga sudah bekerja sama dengan distributor dari Irlandia, Monster Entertainment, dengan pertimbangan judulnya diubah menjadi Flip Flap.

Bilu Mela atau Flip Flap ini bisa disaksikan di MNC TV setiap Jum’at pukul 16.00

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts