Peringatan 5 Dekade The Sound of Music

Peringatan 5 Dekade The Sound of Music

Film musikal The Sound of Music (TSM) yang diputar perdana di New York, AS, pada 2 Maret 1965 kembali dikenang.

Laman USA Today mencatat sekurangnya enam seremoni yang siap digelar untuk memperingati 50 tahun TSM:

– 20th Century Fox akan merilis lima cakram Ultimate Collector’s Edition dalam format Blu-Ray, DVD dan Digital HD pada 10 Maret. Berisi film dokumenter berdurasi panjang, The Sound of a City: Julie Andrews Returns to Salzburg.

– Legacy Recordings merilis The Sound of Music—50th Anniversary Edition. Untuk pertama kali, rekaman remastered berisi alunan orkestra dan nyanyian TSM dikemas dalam sebuah CD. Para pencinta TSM tentu saja pantang melewatkan CD ini.

– Turner Classic Movies bakal menayangkan kembali TSM yang telah direstorasi pada 26 Maret di sebuah festival film tahunan. Acara gala pemutaran film ini juga akan menampilkan sesi tanya jawab bersama Andrews dan aktor Christopher Plummer.

– Lebih dari 500 bioskop di penjuru AS akan memutar kembali TSM selama dua hari, pada 19 dan 22 April. Bisa jadi, bioskop di negara lain, seperti Austria, juga melakukan hal serupa.

– Buku-buku baru pun siap beredar, dari The Sound of Music Story karya Tom Santopietro (terbitan St. Martin’s Pres) sampai The Sound of Music FAQ karya Barry Monush (terbitan Applause Books).

– Pertunjukan teater musikal siap digelar. Disutradarai Jack O’Brien yang sudah tiga kali memenangkan Tony Awards. Rencananya, bakal digelar di Ahmanson Theatre di Los Angeles, pada September mendatang.
Di masa pemutarannya The Sound of Music memenangkan lima Oscar di ajang Academy Awards, termasuk kategori film terbaik. Kini, di ajang Academy Awards, dua pekan lalu, Lady Gaga menyanyikan kembali lagu-lagu TSM karya Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein.

Julie Andrews, yang memerankan pengasuh anak-anak Maria von Trapp, mengenang TSM sebagai film yang memiliki “begitu banyak hal indah—musik megah dengan iringan simfoni orkestra, namun faktanya ini adalah film keluarga, cinta, juga petualangan.”

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts