Nyanyi Lagu Begal, Rinandha Ingin Ubah Momok Menakutkan Jadi Menghibur

Nyanyi Lagu Begal, Rinandha Ingin Ubah Momok Menakutkan Jadi Menghibur

Sebuah lagu bisa terinspirasi dari apa saja, bahkan momok yang meresahkan sekalipun bisa juga menjadi inspirasi. Seperti begal yang jadi momok sangat meresahkan masyarakat kita, terutama bagi pengendara motor, jadi inspirasi lagu berjudul ‘Begal’ yang didendangkan penyanyi cantik Rinandha. Sebuah lagu yang artinya ‘bete dan galau’.

“Saya sengaja mengambil momen Begal yang lagi dibicarakan banyak orang yang menakutkan itu. Tapi Begal di lagu aku ini Bete dan Galau. Saya ingin mengubah momok menakutkan itu dengan lirik lagu saya yang nantinya diharapkan bisa menghibur siapa saja yang mendengarnya,” kata Rinandha kepada wartawan di acara Penghargaan Singer Hit’s Jakarta (SHJ) di Prestige Lounge, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2015) malam.

Lebih lanjut, wanita kelahiran Jayapura itu menerangkan, bahwa idenya berawal dari saling curhat melalui media sosial yang mendapat respon banyak dari temen-temenya. “Akhirnya kata Begal itulah yang dipilih sebagai lagu terbarunya, “ ungkapnya mantap ditemani Sinyo Afis Fioda, founder Singer Hits Jakarta.

Ketika ditanya, adakah harapan di lagu tersebut? Dengan tenang, Rinanda menjawab, “Saya selalu ingin ngajak semua berjoget. jadi yang dengerin lagu aku bakal milih hepi hepi aja yuk daripada kita jadi Begal.”

Rencananya, perempuan yang mengawali karier di dunia entertaiment sebagai penyiar radio, Master Ceremony (MC), dan presenter program di televisi ini, akan resmi merilis single terbaru ciptaan Diandra Jions itu pada akhir Maret 2015 nanti.

Tak berhenti sampai di situ, pedangdut yang terkenal melantunkan lagu ‘SAH’ (Miring Sithik Nyoh!!) itu juga sudah punya agenda untuk lagu-lagu yang pernah didendangkannya yang akan ia kemas dalam konsep album.

“Rencananya album aku nanti berisikan lagu-lagu yang selama ini pernah aku bawakan. Semua lagu aku yang pernah populer akan disatukan dalam sebuah album dan akan aku luncurkan di tahun ini juga,” pungkasnya penuh semangat.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts