Bintangi Film Ada Sorga di Rumahmu, Zee Zee Shahab Petik Pelajaran Berharga

Bintangi Film Ada Sorga di Rumahmu, Zee Zee Shahab Petik Pelajaran Berharga

Sebuah film tak hanya sekedar jadi tontonan, tapi sekaligus juga bisa menjadi tuntunan. Membintangi film ‘Ada Sorga di Rumahmu’, Zee Zee Shahab mengaku memetik pelajaran berharga, bagaimana menjadi seorang ibu yang bijaksana.

“Dari film ini aku dapat memetik pelajaran berharga bagaimana menjadi seorang ibu yang bijaksana, bisa menanamkan nilai-nilai agama yang tidak mudah. Apalagi jaman sekarang teknologi yang wow, positifnya ada, tapi negatifnya lebih banyak. Warning aja ke aku, bagaimana membentuk seorang anak benar-benar menjalankan tauhid agamanya nanti,” kata Zee Zee Shahab dalam acara press screening film ‘Ada Sorga di Rumahmu’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/3.2015).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 31 Maret 1988 ini menerangkan ia sangat tertarik untuk bermain dalam film tersebut. “Pertama kali ditawarin ini film, aku nanya ke mas Adit (Aditya Gumay), based on truenya siapa. Pas tahu (kalau ini cerita) soal tentang Ustadz Ahmad, aku oke. Terus mas Adit bilang ini cerita tentang ibu, (dan) karena aku sudah menjadi seorang ibu, sekarang banyak hal yang aku dapet dari film ini,” ungkapnya.

Menurut Zee Zee, film ini wajib ditonton terlebih untuk para wanita. Bukan tanpa alasan, aktris cantik berdarah Arab-Betawi ini mempunyai sebuah pandangan tersendiri tentang film yang dibintanginya.

“Ketika aku ditanya kenapa kita harus nonton film ini, sebab ini adalah film yang menceritakan tentang cinta kepada ibu, yang akan menjadi ibu dan selalu menghormati ibu,” tutur ibu dari Fauzi Khaleev Putra Revolusi tersebut.

Selain menceritakan besarnya pengaruh ibu terhadap kesuksesan kita, film ini juga dibumbui oleh kisah cinta segitiga antara Kirana (Zee Zee), Ramadhan (Husein Idol atau Husein Alatas) dan Nayla (Nina Septiani). Ramadhan yang memendam perasaan kepada Nayla sejak kecil, dibuat bimbang dengan kehadiran Kirana, yang berhasil menyuruhnya untuk pergi Jakarta.

Namun, menurut Zee Zee tak ada peran antagonis dalam film ini. “Di sini itu nggak ada yang antagonis perannya, mungkin akan sedikit dibenci karena merusak hubungan orang. Tapi secara baik-baik, dan di sini aku tidak terlalu berakting karena Mas Adit sebagai sutradara menyuruh kita senatural mungkin mainnya. Alhamdulillah, semuanya berhasil dengan baik, sebab pas lihat filmnya kita terharu,” pungkasnya.

Dalam film produksi Mizan Productions, Nava Productions dan Smaradhana Pro dengan arahan sutradara Aditya Gumay, ini Zee Zee beradu akting antara lain dengan Husein Al Atas, Nina Septiani dan Elma Theana. Film ini tayang di bioskop mulai 2 April 2015. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts