Melalui Buku ‘Kekuatan Cinta’, Dwi Krismawan Berbagi

Melalui Buku ‘Kekuatan Cinta’, Dwi Krismawan Berbagi

Apa jadinya jika cita-cita yang sangat didambakan tiba-tiba terhenti oleh sebuah kecelakaan? Dwi Krismawan menempuh pendidikan D2 Penerbang di STPI Curug untuk raih cita-citanya sebagai pilot. Sayang, sebuah kecelakaan menghentikan cita-citanya itu. Dwi pun sempat terpuruk dan bahkan enggan melanjutkan hidup, tapi kekuatan dahsyat yang menjadikan semangatnya berkobar lagi. Kekuatan itu bernama kekuatan cinta. Kini Dwi tak membiarkan tubuhnya yang tak sempurna menghalangi untuk terus maju. Do your best, and let God menjadi moto hidupnya, dan Tuhan membawanya berbagi kisah inspiratif di berbagai forum tentang kekuatan cinta yang menyelamatkan. Dia sekarang adalah pilot yang membawa orang-orang dari keputusasaan menuju semangat dan pengharapan.

optimis
“Cinta ada di hati setiap manusia. Cinta memiliki kekuatan yang dahsyat, yang memampukan kita melakukan hal-hal luar biasa, bahkan mencapai kinerja puncak. Karena itulah, saya menyusun buku ini bersama istri tercinta, Betania Eden. Melalui buku ini, saya ingin berbagi cinta dengan semua orang,“ kata Dwi Krismawan dalam acara peluncuran buku ‘Kekuatan Cinta’ di Toko Buku Gramedia, Central Park Mall, Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Lebih lanjut, Dwi menerangkan perihal buku dan keoptimisan hidupnya. “Buku ini saya susun dalam 20 cerita yang menarik, reflektif dan inspiratif. Kekurangan fisik saya yang pernah mengalami luka bakar serius karena kecelakaan tidak membuat saya berkecil hati dan menyerah xalam menjalani kehidupan. Saya tetap optimis dan ingin selalu berbagi, ” terang Dwi yang kini menjadi public speaker dan mendapat julukan The Most Inspiring Speaker.

Melalui cerita berjudul ‘Stay Focus!’ dalam bukunya, Dwi berbagi kisah mengenai masa kecilnya yang tumbuh menjadi orang berani, di masa itu ia berani melewati jembatan kereta api yang sangat tinggi hanya untuk membelikan sang adik tape goreng kesukaannya. “Karena itulah, saya berpesan untuk tetap fokus pada tujuan meskipun halangan dan rintangan yang menghadang,” ungkapnya.

segera difilmkan
Dwi meyakini kehidupan adalah anugerah. “Kebanyakan orang berani mati, tapi saya berani hidup. Saya pernah mengalami kecelakaan pesawat. Awalnya masa pemulihan yang sangat menyakitkan membuat saya sempat putus asa, tapi berkat dukungan Betania Eden, saya berhasil melewati masa-masa sulit itu dan bangkit, “ paparnya.

“Kisah hidup saya ini pernah diangkat ke layar kaca dengan judul ‘Bawa Aku Terbang’, dan kini segera difilmkan, “ pungkasnya.

Kisah hidupnya yang penuh suka duka menjadikannya bintang tamu dan inspirasi di berbagai acara di TV, seperti di antaranya; Kick Andy, Empat Mata, Dorce Show, Atas Nama Cinta dan Solusi. Kisah hidupnya menghiasi berbagai media massa di seluruh Indonesia. Kini kisah hidupnya segera diangkat ke film layar lebar oleh Miles Production. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts