Blitzmegaplex Luncurkan Program CSR Blitz Arthouse – Rumah Film Indonesia

Blitzmegaplex Luncurkan Program CSR Blitz Arthouse – Rumah Film Indonesia

Kabar gembira bagi para sineas Indonesia, Blitzmegaplex meluncurkan program CSR (Corporate Social Responsibility) baru, yaitu Blitz Arthouse – Rumah Film Indonesia. Sebuah program yang menyediakan satu studio khusus di Auditorium 6 Blitzmegaplex, Mal Pacific Place, Jakarta, yang diperuntukkan film-film Indonesia, baik film baru (now showing) maupun film-film special (special screenings) seperti film-film yang menang di berbagai film festival, film dokumenter dan film pendek. Program ini juga memberi ruang bagi film-film karya sineas muda yang karyanya belum sempat tayang di bioskop.

“Ini merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) Blitzmegaplex. Blitz Arthouse didedikasikan untuk film Indonesia,” kata Dian Sunardi, Chief Marketing Officer blitz seusai peresmian Blitz Arthouse – Rumah Film Indonesia, Blitzmegaplex, Mal Pacific Place, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Lebih lanjut, Dian menerangkan, pembuat film akan mendapatkan bagi hasil penjualan tiket. Tiket akan dijual seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu untuk film-film spesial. “Sementara untuk film-film baru akan mengikuti harga tiket yang berlaku, “ terangnya.

Menurut Dian, selain pemutaran film, Rumah Film Indonesia juga memiliki program Cinematalk yaitu diskusi antara masyarakat umum dengan sineas-sineas atau insan perfilman. Cinematalk rencananya dilaksanakan setiap satu atau dua bulan sekali.

“Kita juga berencana memperpanjang program ini di luar Jakarta. Tidak menutup kemungkinan, jika program ini mendapatkan respon bagus akan dibuka di lokasi-lokasi lain,” pungkasnya.

Acara peresmian Blitz Arthouse; Rumah Film Indonesia dihadiri para pengamat film dan para sineas film nasional seperti Joko Anwar, Nia Dinata, Sammaria Simanjuntak, Lance Mengong, dan lain-lain. Juga dihadiri para pejabat, seperti di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Direktur Pengembangan Industri Perfilman Kementrian Pariwisata Armein Firmansyah. Selain itu ada Jaya Suprana dari MURI (Museun Rekor Indonesia) yang hadir untuk menyerahkan piagam MURI pada Blitzmegaplex sebagai bioskop yang pertama kali menyediakan studio khusus hanya untuk memutar film-film Indonesia.

Blitz Arthouse – Rumah Film Indonesia mulai dibuka pada 30 Januari 2015 di Auditorium 6 Blitzmegaplex Pacific Place, Jakarta. Harapannya agar program ini mendapat apresiasi yang baik dari seluruh penonton dan pelaku film Indonesia. Dengan program ini, pihak Blitzmegaplex berharap Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts