Bintangi Film Kapan Kawin? Reza Rahadian Dituntut Harus Bisa Nyanyi

Bintangi Film Kapan Kawin? Reza Rahadian Dituntut Harus Bisa Nyanyi

Membintangi banyak film dengan segala karakter tentu sudah biasa bagi Reza Rahadian. Tapi membintangi film ‘Kapan Kawin?’ produksi Legacy Picture, Reza tertantang karena dituntut harus bisa bernyanyi.

“Yang pasti saya sangat kesulitan sekali berperan sebagai Satrio dalam film ini. Bukan kesulitan dalam memunculkan karakter atau mencari chemistry dengan lawan mainnya. Tapi lebih kesulitan dalam menghafal lirik yang akan saya bawakan dalam bernyanyi. namun buat saya inilah tantangannya, dan hasilnya saya puas,” kata Reza dalam acara jumpa pers film ‘Kapan Kawin?’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2015).

Lebih lanjut, lelaki kelahiran Bogor, 5 Maret 1987, ini menerangkan, “Sebenarnya pada awalnya, aku mau diduetkan dengan salah seorang penyanyi untuk mengisi soundtrack film ini, tapi karena belum percaya diri untuk bernyanyi akhirnya dibatalkan. Padahal pihak label sudah siap juga take vokal.”

Adinia Wirasti, lawan main Reza dalam film ini, memuji, “Tidak sangka Reza punya suara yang bagus. Aku tahu hal itu pasti tidak mudah bagi Reza. Setelah lihat film ini, aku sangat takjub ternyata dia bisa menyanyi dengan suara yang tidak kalah dengan suara penyanyi asli.”

Dalam film arahan sutradara Oddy C Harahap ini, Reza berperan sebagai Satrio. Seorang pria bayaran yang harus mengaku jadi kekasih Dinda (Adinia Wirasti). Kedua pasangan tersebut pun harus melakukan perjalanan ke kampung halaman Dinda di daerah Yogyakarta untuk bertemu dengan kedua orangtua Dinda (Adi Kurdi dan Ivanka Suwandi).

Satrio harus menjalani serangkaian tes bobot-bibit-bebet yang diberikan orangtua Dinda untuk membuktikan apakah Satrio layak sebagai calon suami dari Dinda putri kesayangan mereka. Konfliknya bermula saat kakak Dinda yang bernama Nanda (Febby Febiola) datang bersama anaknya yang kemudian disusul suaminya yang belakangan diketahui sempat menjalin cinta dengan Dinda.

Dari situ kekacauan terjadi saat Satrio kehilangan cincin wasiat saat akan melamar Dinda. Keudian, suami kakaknya yang sempat menjalin cinta dengan Dinda akhirnya membuka kedok Satrio yang hanya seorang pria bayaran yang disuruh mengaku menjadi kekasih Dinda.

Film bergenre komedi romantis ini sangat cocok sekali ditonton pasangan kekasih atau jomblowan dan jomblowati karena mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 12 Februari 2015, menjelang Valentine Day atau hari kasih sayang. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts