Birdman, Komedi Pahit Bagi Sang Superhero

Birdman, Komedi Pahit Bagi Sang Superhero

Birdman adalah film dark comedy, vulgar dan penuh sindiran cerdas terhadap industri hiburan, ketergantungan generasi sekarang pada gadged, dan kepalsuaan dunia showbiz. Analogi yang segar sekaligus penuh filosofis.

Film berjudul lengkap Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) ini mengisahkan kehidupan Riggan Thomson (Michael Keaton). Dulunya Riggan adalah seorang aktor film yang sukses dan terkenal dengan perannya sebagai superhero di trilogi Birdman. Namun sesudah dia menolak sekuel yang keempat karir Riggan malah anjlok.

Karena egonya yang tinggi Riggan juga menolak tampil dalam salah satu serial TV yang ditawarkan kepadanya. Akibatnya dia mengalami kesulitan financial. Ingin memperbaiki keadaan dan memenuhi keinginan untuk kembali terkenal ia pun berusaha bangkit.

Ternyata tidak mudah bagi Riggin. Dunia perfilman yang memuja popularisme dibanding talenta membuat dia tersingkir. Akhirnya ia mencoba peruntungan di dunia hiburan lain yaitu teater dengan mengangkat adaptasi cerita pendek Raymond Carver yang diproduseri, disutradarai dan dibintangi sendiri.

Debut di teater menemui banyak kesulitan. Mulai dari mencari aktor pendukung, intrik di belakang panggung, sinisme para kritikus hingga permasalah pribadi Riggin dengan anak, mantan istri dan pacar mewarnai upaya tersebut.

Film karya sutradara Alejandro Gonzalez Inarritu ini menyajikan visual yang spektakuler. Sutradara yang juga menulis naskah bersama Nicolas Giacobone, Alexander Dinelaris Jr dan Armando Bo menyajikan dark komedi, dengan cita rasa yang sinis, cerdas dan tegas terhadap industry hiburan. Anda tertawa sekaligus merasakan kepahitan di dalamnya,

Sang aktor, Keaton memberikan penampilan terbaik sebagai sosok aktor yang frustasi dan post power syndrome. Ia menampilkan pertentangan batin yang rumit dari Riggin dengan dirinya sendiri. Didudukung oleh para pemeran yang menjadi sosok di sekliling Riggin. Ada Edward Norton yang berperan sebagai Mike Shiner, actor Broadway yang menyebalkan namun menjadi jaminan sukses preview teater Riggan. Juga Emma Stone yang menjadi anak sekaligus asisten Riggan yang kurang kasih sayang dan terus mecari perhatian sang ayah. Demikian juga Zach Galifianakis yang berperan sebagai Jake, pengacara Riggin yang menjadi penengah di tengah dunia Riggin yang kacau.

Sinematografi inovatif, Emmanuel Lubezki (Gravity) menghadirkan gambar yang menakjubkan. Dengan kamera yang bergerak kontinu dan dari satu angle saja sepanjang fim member kesan seolah-olah film ini diambil tanpa pemotongan sama sekali. Semua mengali tanpa terputus-putus. Keberlanjutan waktu membuat penonton sulit untuk mengalihkan mata. Didukung oleh score (music latar) yang jazzy dan tak konvensioal dari tabuhan dram Antonio Sanchez memperkuat atmosfir dunia yang penuh konflik di sekitar Riggan.

Lewat fiilm Birdman ini Inarritu menampilkan sisi lain yang berbeda dari film sebelumnya (21 Grams, Biutiful) yang depresif. Kali ini dia menyajikan dengan sisi lain darid unia showbiz yang vulgar, penuh intrik dalam bingkar komedi dan sindiran cerdas. Di sini, dia tak segan menyindir aktor-aktor yang berperan dalam film superhero sekarang seperti Michael Fassbender, Jeremy Renner, dan Robert Downey Jr. Juga terhadap penoton yang lebih suka film penuh ledakan dibandingkan drama filosofi. Semua terjadi dengan dinamis dan memikat. Ini merupakan karya Inarritu yang terbaik.

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts