Benci dan Cinta Pemburu Penyihir

Benci dan Cinta Pemburu Penyihir

Film fiksi fantasy Seventh Son, karya sutradara Sergei Brdrov diangkat dari novel milik Joseph Delaney berjudul The Last Apprentice: Revenge of the Witch. Pertarungan antara pemburu dan penyihir disajikan dengan fantastis dan kejam.

Kisah bermula dari seorang pemburu penyihir bernama Master Gregory (Jeff Bridges) yang telah berpuluh tahun melalang buana membasmi para penyihir. Gregory punya masa kelam dengan ratu penyihir bernama Mother Malkin (Julianne Moore) yang dikurungnya dalam gunung batu. Hanya saja ketika gerhana bulan darah (Bloody Moon) terjadi maka Malkin akan bebas. Disaat itu, kekuatan ratu penyihir Malkin akan bangkit dan siap membalas dendam ke seluruh bangsa manusia.

Sesuai ramalan untuk menghadapi hal itu, Master Gregory harus mencari seorang pemuda untuk dijadikan murid. Syaratnya murid itu harus anak ketujuh yang berasal dari tujuh bersaudara . Sayangnya Master Gregory juga tidak tahu pasti mana pemuda yang tepat sesuai dengan petunjuk dari ramalan. Dia memilih Gregory Billy Bradley (Kit Harington) yang dilatih selama 10 tahun. Namun Billy justru terbunuh ketika berhadapan dengan Mother Malkin yang telah lepas dari kurungan. Akibatnya Malkin membangkitkan kembali kerajaan penyihir di gunung untuk mempersiapkan perang dengan bangsa manusia.

Master Gregory harus mencari murid baru sekaligus berpacu dengan waktu, karena bulan darah penuh akan segera tiba. Sayangnya, murid yang dipilih Tom Ward (Ben Barnes) malah jatuh hati pada Alice (Alicia Vikander), mata-mata penyihir. Hubungan mereka berlangsung diam-diam disela-sela pertarungan antara Gregory dan Malkin.

Tak ada yang cukup menakjubkan dengan film ini jika dilihat dari alur cerita yang dihadirkan. Pemburu melawan penyihir, ramalan, kisah cinta antara dua pihak berlawanan, serta balas dendam itu sesuatu yang sudah berulang kali diangkat dalam film bergenre fantasi seperti ini. Sebut saja Harry Potter, Van Helsing, atau Hansel and Gretel.

Hanya saja peran Master Gregory yang diperankan oleh Jeff Bridges disini terkesan lebih anti-hero. Master Gregory bersikap angkuh dan tak pandang bulu, dan tidak punya belas kasih kepada lawannya. Sementara jagoan yang dihadirkan kurang kuat mengimbangi itu. Selain itu perang sihir tidak disajikan total. Tidak ada mantra-mantra atau jurus yang memperlihatkan kehbatan para penyihir. Yang ada adalah perubahan wujud menjadi monster dan naga serta pertarungan pedang.

Di sisi lain permainana visual dalam film ini sangatlah menarik. Apalagi film ini ditampilkan secara 3D. Efek animasi terasa begitu nyata didukung dengan efek suara. Seventh Son milik Legendary Pictures dan Warner Bross ini sempat mengalami penundaan untuk tayang di tahun 2014 lalu, dan baru mendapatkan jadwal mulai pertengahan Januari 2015 ini.

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts