Tantangan Mikha Tambayong Bintangi Film Check in Bangkok

Tantangan Mikha Tambayong Bintangi Film Check in Bangkok

Membintangi film ‘Check in Bangkok’ menjadi tantangan tersendiri bagi Mikha Tambayong. Dalam film produksi K2K Pictures, Mikha beradu akting dengan Saurabh Raj Jain, aktor asal India yang berperan sebagai Khrisna dalam serial ‘Mahabharata’. Mikha merasa kesulitan karena lawan mainnya itu tidak bisa bahasa Indonesia, tapi dirasakannya seru juga.

“Pertama kali akting sama orang yang nggak bisa sama sekali bahasa Indonesia. Kebetulan dialognya banyak yang bahasa Indonesia jadi itu agak susah waktu hari pertama shooting,” kata Mikha Tambayong saat jumpa pers film ‘Check in Bangkok’ di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2014).

Untuk mengatasi kendala bahasa itu, Mikha pun membantu Saurabh memahami bahasanya. “Akhirnya aku bantu juga, jadinya dialognya campur,” ungkapnya.

Dalam filmnya nanti, tokoh yang diperankan oleh Mikha akan terbang dari Jakarta ke Bangkok. Ia menjadi pacar dari Saurabh Raj Jain. “Jadi aku mau wisata mau kasih surprise. Cuma kita ceritanya pacaran long distance. Paling kesulitan bahasa. Cuma lama-lama seru juga,” ungkapnya.

Meski nantinya Mikha akan melangsungkan shooting di Bangkok, ia mengaku tak sibuk mempersiapkan banyak baju untuk ia bawa ke sana. Karena ia memang lebih memfokuskan diri untuk menjalani reading. “Sempat reading sebelum mulai shooting karena kan beda dengan sinetron baca skrip langsung shooting, ini satu hari dari sebelum mulai shooting sudah harus hafal segala macam. Persiapannya lebih,” paparnya.

Hal lain yang menjadi fokus Mikha adalah bagaimana caranya ia bisa mengatur diri agar tak garing dalam memainkan adegan lucu di film bergenre drama komedi romantis itu. “Kita kan memang bukan komedian, itulah gunanya reading,” pungkasnya.

Selain Mikha dan Saurabh Raj Jain, film ini juga dibintangi Chris Laurent. Rencananya, film yang sudah mulai proses shooting itu akan tayang awal tahun 2015. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts