Memperingati 119 Tahun Lahirnya Bioskop

Memperingati 119 Tahun Lahirnya Bioskop

Tepat tanggal 28 Desember 119 tahun yang lalu lahirnya bioskop pertama di dunia. Sebelumnya perjalanan panjang dimulai dari penemuan fotografi oleh Joseph Nicephore Niepce dari Prancis tahun 1826. Penemuan ini telah mendorong rintisan penciptaan film alias gambar hidup.

Adalah Edward Muybridge dari Stanford University yang gambar bergerak pertama dari 16 gambar atau frame kuda yang sedang berlari di tahun 1878. Kemudian penemukan itu disusul ditemukannya pita film (seluloid ) yang terbuat dari plastik tembus pandang oleh George Eastman, 1884. Pada tahun 1887, Thomas Alfa Edison, tertarik untuk membuat alat untuk merekam dan membuat (memproduksi) gambar. Penemuan rol film oleh Eastman dan Hannibal Goodwin 1891 menunjang hal itu.

Edison menggabungkan pita seluloid dari Eastman dengan pistol kronofotografis temuan Etienne Jules Marey, ke dalam alat kinetoskop (kinetoscope), alat berbentuk menyerupai kotak berlubang untuk memutar film. Pada 20 Mei 1891, digelar demonstrasi publik pertama Kinetoskop yang dihadiri oleh 150 anggota Federasi Nasional Kelompok Wanita. Film dengan durasi tiga detik, saat ini dikenal sebagai Dickson Greeting. Yang mereka lihat adalah gambar seorang pria. Gambar ini sungguh mengagumkan. Pria tersebut menunduk dan tersenyum dan melambaikan tangannya dan membuka topinya dengan anggun. Setiap gerakan begitu sempurna.

Pada 24 Agustus 1891, tiga aplikasi hak paten diajukan: pertama untuk “Kamera Kinetografis”, kedua untuk kamera, dan ketiga untuk “Peralatan Fotografi untuk Objek Bergerak”.

Pertunjukan film perdana Kinetoskop di New York, Amerika Serikat pada tahun 1894 menarik dua kakak-beradik Ausguste Lumiere dan Louis Lumiere. Lumiere bersaudara bukan sekadar menjadi pengagum dan penonton, keduanya mulai memikirkan kemungkinan untuk merancang peralatan baru yang mengkombinasikan kamera, alat memproses film, dan proyektor menjadi satu. Ausguste Lumiere dan Louis Lumiere menyebut peralatan baru untuk Kinetoskop itu dengan sinematografis (cinematographe). Peralatan sinematografis ini kemudian dipatenkan pada tahun 1895.

Keunggulan sinematograf terletak pada adanya mekanisme gerakan yang tersendat (intermittent movement) yang menyebabkan setiap frame dari film diputar akan berhenti sesaat, dan kemudian disinari lampu proyektor. Akibatnya hasil proyeksi tidak tampak berkedip-kedip. Di masa awal penemuannya, peralatan sinematografis tersebut telah digunakan untuk merekam adegan-adegan yang singkat. Misalnya, adegan kereta api yang masuk ke stasiun, adegan anak-anak bermain di pantai, di taman, dan sebagainya.
Perkembangan gemilang dalam sejarah perjalanan film ditandai dengan langkah Lumiere Bersaudara yang memproyeksikan pertama kali hasil karya mereka ke hadapan publik pada 28 Desember 1895, di ruang bawah tanah sebuah kafe di Paris. Pada hari itu, publik yang menyaksikannya masuk dengan membeli karcis. Itulah bioskop pertama di dunia !

Karena itulah, dunia internasional pun mengakui, karya Lumiere bersaudaralah yang pantas untuk diakui. Para praktisi film pun sepakat, 28 Desember merupakan tanggal lahirnya film bioskop pertama di dunia.

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts