Festival Film Prancis Ke 19 di 9 Kota

Festival Film Prancis Ke 19 di 9 Kota

Festival Sinema Prancis (FSP) kembali digelar. Di penyelenggaraan ke-19 ini, Festival Sinema Prancis akan hadir di 9 kota utama di Indonesia; Jakarta, Balikpapan, Bandung, Denpasar, Makassar, Malang, Medan, Surabaya serta Yogyakarta.

FSP adalah festival film asing pertama di indonesia. Sejak 19 tahun lalu, festival ini telah menjadi ruang temu bagi masyarakat indonesia yang ingin mengetahui keragaman dan kualitas produk-produk perfilman prancis.

Melalui film dalam festival ini, diharapkan bisa menjembatani dialog budaya dua arah yang berhubungan antara Indonesia dan Prancis.

“Kali ini, kami akan mempersembahkan delapan film Prancis terbaru yang belum pernah ditayangkan di Indonesia,” ujar Arnaud Miquel, Koordinator Bidang Audiovisual Institut Francais Indonesia baru-baru ini di Jakarta.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, FSP menawarkan delapan film prancis terbaru yang belum pernah ditayangkan di indonesia dan dari berbagai genre: komedi, drama, asmara, thriller dan fantasi. Seperti La Belle et La Bête (sutradara Christophe Gans), dan Elle L’Adore (sutradara Jeanne Herry). Untuk program Panorama, festival akan menampilkan film Prancis teraktual yang selama lima tahun terakhir meraih lima Oscar di Hollywood dan dua Palme d’Or di Cannes, salah satunya film Grace of Monaco.

Festival ini juga akan mendatangkan sutradara, produser, sekaligus pendiri studio animasi Folimage, Jacques-Remy Girerd. Dia mendapat penghargaan animasi terbaik di European Film Award 2009 untuk film Mia et le Migoo dan nomine film animasi terbaik pada Oscar 2010 untuk film Une Vie de chat. Dia akan berbagi pengalaman di festival ini di program Fokus.

Selain itu aka nada kompetisi untuk tujuh film pendek Indonesia berhadiah mengunjungi festival film pendek internasional Clermont-Ferrand pada awal 2015. Film pendek itu adalah Seserahan (Johan Iskandar), Sowan (Bobby Prasetyo), Onomastika (Loeloe Hendra), Tos (Andra Fembriarto), Riding the Lights (Jeihan Angga), Polah (Arie Surastio), serta Happiness of the Holly (Rein Maychaelson).

Ketujuh film tersebut merepresentasikan cara pandang Festival Sinema Prancis: sebagian kuat dalam penuturan cerita, sebagian lainnya dalam eksplorasi audiovisual. Festival Sinema Prancis memutuskan untuk mencari karya yang paling seimbang, yang memiliki keterkaitan paling kuat antara kemasan dan gagasan. (SW)

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts