TVRI Siap Menayangkan Mega Sinetron Babad Tanah Jawa

TVRI Siap Menayangkan Mega Sinetron Babad Tanah Jawa

Televisi Republik Indonesia (TVRI) siap menayangkan mega sinetron ‘Babad Tanah Jawa’. Sebuah mega sinetron yang penuh unsur sejarah dan kearifan lokal tentang legenda terbentuknya berbagai kerajaan di tanah Jawa.

Adam Bachtiar selaku Direktur Program dan Berita TVRI mengatakan, mega sinetron ini mengangkat kisah sejarah yang digabungkan dengan legenda (mitos) yang selama ini ada di masyarakat. “Sebagai lembaga penyiaran publik yang dibiayai negara, maka salah satu fungsi TVRI adalah mendorong sinetron serta acara yang memasukkan unsur sejarah dan budaya didalamnya,” kata Adam Bachtiar saat jumpa pers di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Adam menerangkan pihaknya memberi sentuhan kekinian dalam produksinya tersebut. Salah satunya menggunakan teknologi virtual dalam proses editing. “Semoga program ini menjadi flagship TVRI dan dapat mengembalikan kejayaan TVRI lewat cerita-cerita sinetron,” harapnya.

Adapun Jiwo Kusumo selaku sutradara mega sinetron ‘Babad Tanah Jawa’ mengatakan, bahwa cerita Babad Tanah Jawa yang telah melegenda akan lebih menarik kalau unsur mitos dan sejarah dipadukan. “Babad Tanah Jawa ini diilhami dari banyak versi, baik itu legenda, artefak, dan mitos. Kami dari tim kreatif memadukan itu, sejarah dan unsur geologinya,” katanya.

‘Babad Tanah Jawa’ bercerita tentang kehidupan kerajaan dimasa lampau. Kisah-kisah seperti Hayam Wuruk, Gajah Mada, Ken Arok dan Ken Dedes akan menghibur hati penonton.
“Sesuai judulnya, sinetron ini akan menceritakan kisah-kisah raja-raja di tanah Jawa. Kita mungkin selama ini hanya mendengar Hayam Wuruk, dan Gajah mada. Tetapi nanti akan ada Ken Arok, dan Ken Dedes yang memesan keris di Mpu Gandring. Nanti juga akan ada cerita Pangeran Joyoboyo di masa Dinasti Sailendra,” lanjutnya.

Karena bercerita tentang sejarah, sutradara dan tim melakukan banyak riset dan observasi demi memuat cerita yang segar tetapi tak menghilangkan unsur sejarah. Banyakmya versi dalam cerita tersebut diakui sebagai salah satu tantangan. “Kami padukan semua versi. Tentu didukung dengan riset dan nara sumber, teknologi dan semua temuan artefak. Kami harus hati-hati ada yang tersirat dan tidak, ada yang tercatat dan ada yang tidak. Kami melakukan penelitian hampir dari satu tahun,” pungkasnya.

‘Babad Tanah Jawa’ dibintangi seperti di antaranya; Panca Prakosa, Ika Angel, Novie Chandra, Dian Nova dan Dhanny Ardhan. Rencananya sinetron ini akan tayang setiap hari Sabtu dan Minggu malam pada pukul 20:00-21:00 WIB, mulai 6 Desember mendatang.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts