“Soekarno” Memimpin Nominasi FFI 2014

“Soekarno” Memimpin Nominasi FFI 2014

Film Soekarno memimpin nominasi Festival Film Indonesia 2014. Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini memimpin dengan masuk 13 nominasi.

Dari 15 kategori yang diperebutkan dalam divisi Film Bioskop, Soekarno dinominasikan dalam 13 kategori. Di antaranya Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
Hanya Penulis Skenario Asli Terbaik dan Penata Visual Efek Terbaik yang tidak memuat Soekarno sebagai salah satu nominenya.

Menyusul jejak Soekareno adalah film biopic 3 Nafas Likas. Film garapan sutradara Rako Prijanto ini meraih sepuluh nominasi, termasuk bersaing dengan Soekarno pada kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Peserta FFI 2014 ini ada 387 judul film. Jumlah ini lebih sedikit dari jumlah peserta FFI 2013 silam yang mencapai 441 judul film. Namun bisa dibilang peserta terlengkap, karena semua kategori terisi.
Dari 387 film yang mendaftar ke FFI 2014, 49 di antaranya adalah film bioskop. Adapun untuk film televisi atau FTV berjumlah 81 judul, diikuti 141 film pendek, 84 film dokumenter, dan 32 film animasi.
“Ini adalah penyelenggaraan FFI dengan peserta terlengkap,” ujar Ketua Panitia FFI 2014 Kemala Atmdjo.

Selaini itu penyelenggaraan FFI tahun ini menandai kembalinya Mira Lesmana dan Riri Riza dalam festival ini sejak pengembalian piala Citra tahun 2006. Sokola Rimba, film garapan Riri dan Mira, berhasil meraih delapan nominasi FFI 2014.

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts