Big Hero 6 Film Superhero Ala Disney Yang Memikat

Big Hero 6 Film Superhero Ala Disney Yang Memikat

Terinspirasi dari salah satu komik rilisan Marvel berjudul sama, maka lahirlah sebuah film animasi penuh kesenangan berjudul Big Hero 6. Film ini seperti mengombinasikan Spider-Man,Fantastic Four, dan The Avengers.

Usai memikat penonton memasuki dunia dongeng kerajaan antah berantah lewat Tangled dan Frozen, lalu dunia game dalam Wreck-It Ralph, kini saatnya bagi Disney untuk mengikuti tren yang tengah digandrungi di industri perfilman, dunia superhero.

Big Hero 6 mempertemukan kita kepada Hiro Hamada (suara oleh Ryan Potter), bocah jenius berusia 14 tahun, yang tinggal di sebuah kota fiksi bernama San Fransokyo – perpaduan antara San Fransisco dan Tokyo. Ketimbang memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang dianggapnya tidak akan memberi banyak kontribusi keilmuan kepadanya, Hiro menghabiskan waktunya untuk ‘bekerja’ sebagai petarung robot ilegal hingga sang kakak, Tadashi (Daniel Henney), mengajaknya berkeliling ke laboratorium universitas.

Pertemuannya dengan Robert Callaghan (James Cromwell), profesor kenamaan yang mengajar di sana, mengubah motivasi hidup Hiro yang sebelumnya terombang ambing tanpa kejelasan. Sayang semangat Hiro padam setelah Tadashi tewas.

Ketika harapan seolah telah sirna, robot medis ciptaan Tadashi, Baymax (Scott Adsit), datang dalam kehidupannya membawa semangat baru. Bersama Baymax, Hiro bangkit . Dia bahkan mengubah beberapa teman barunya menjadi sekelompok superhero yang dilengkapi teknologi canggih.

Ada banyak kegembiraan yang bisa dijumpai saat menyaksikan Big Hero 6. Para pembuat film ini Don Hall dan Chris Williams. Seolah mengajak penonton naik roller coaster yang melaju cepat di rute penuh kelokan sehingga tak ada celah untuk bosan dengan Big Hero 6.

Big Hero 6 memang memiliki formula yang diharapkan ada pada sebuah film superhero, meski sekali ini berwujud animasi. Mulai dari aksi gegap gempita, lelucon segar pencair ketegangan, drama mengharu biru penguras emosi hingga tokoh penjahat yang tangguh. Tokoh utama juga sangat mudah untuk dicintai yaitu Baymax.

Keberadaan robot gendut berbentuk marshmallow raksasa yang imut-imut menggemaskan ini saja sudah cukup untuk dijadikan sebagai alasan untuk tak melewatkan Big Hero 6. Kepolosan dari karakter yang segera menjadi ikonik di masa mendatang ini akan membuatmu terpingkal-pingkal, gregetan sekaligus jatuh hati kepadanya. Dan seperti di semua film Disney, terselip pesan moral.

Selain tuturannya yang apik mengikat, film pun masih dianugerahi oleh visual cantik pula detil yang memadukan budaya Barat dengan Timur. Dengan merapatnya Marvel ke kubu Disney, lahirlah kisah superhero yang spektakular dengan tuturan klasik khas Disney.

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts