SEAscreen Academy 2014 Segera Digelar

SEAscreen Academy 2014 Segera Digelar

SEAscreen Academy 2014 segera digelar. Memasuki tahun ketiga, ‘SEAscreen Academy 2014′ terus mengembangkan materi pembelajarannya demi kemajuan perfilman di wilayah timur Indonesia. Tahun ini, ada dua program terbaru yang dihadirkan, yakni Story and Production Development Lab dan Lokakarya Sinematografi Film Seluloid dan Digital.

“Program Story and Production Development Lab, sebuah kesempatan bagi produser, penulis, sutradara di Indonesia Timur yang punya ide untuk film panjang. Nantinya ide terbaik akan dikembangkan oleh tim untuk kemudian direalisasikan. Pemenangnya mendapatkan hadiah. Selain dibantu oleh Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), ide cerita pemenang juga mendapatkan dana riset dan pengembangan sebesar Rp 10 juta,” kata pendiri ‘SEAscreen Academy’ Riri Riza, saat Pra-Event ‘SEAscreen Academy 2014′ di Kine Forum, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).

Lebih lanjut, Riri menerangkan program ‘Lokakarya Sinematografi Film Seluloid dan Digital’. “Di sini tujuannya mengenalkan lagi bagaimana film-film dulu itu dibuat menggunakan seluloid. Karena menurut saya, lembaga pendidikan film hari ini sudah tidak lagi mengajarkan hal itu,” terang Riri.

“Penting bagi saya mengenal seluloid. Tata cara kerjanya, bagaimana seluloid itu memaksa untuk menggunakan semua indera di tubuh kita. Keseruan ‘kamar gelap’ dan banyak lagi yang lain,” lanjutnya.

Menariknya, ‘SEAscreen Academy 2014′ tidak hanya berisi materi belajar yang terkesan melelahkan. Program nonton bareng banyak film terbaik se-Asia Tenggara juga hadir setiap malam selama acara berlangsung, salah satu yang paling ditunggu adalah film berjudul ‘ILO ILO’ karya Anthony Chen (Singapura). Terlepas dari itu, program-program reguler ‘SEAscreen Academy’ masih terus hadir. Yaitu, ‘SEAscreen Forum’ dan kelas-kelas workshop.

Bertempat di Makassar selama lima hari, mulai dari 21-26 Oktober mendatang, 12 peserta terpilih akan mewakili daerah-daerah di Indonesia Timur untuk mengenyam pendidikan singkat perfilman. “Target saya minimal 10 tahun ke depan setelah ‘SEAscreen Academy’ yang pertama, 2012, ada semacam aspirasi film mereka diputar lebih jauh. Bukan cuma pusat (Jakarta) kalau bisa sampai ke festival film international,” harap Riri Riza.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts