Kemala Atmojo; Menyelenggarakan FFI Itu Amanat Undang-undang Perfilman

Kemala Atmojo; Menyelenggarakan FFI Itu Amanat Undang-undang Perfilman

Salah satu pertanyaan orang awam adalah kenapa Badan Perfilman Indonesia (BPI) menyelengarakan festival film, termasuk Festival Film Indonesia (FFI). Jawabannya; “Ini amanat undang-undang perfilman. Perintah peraturan,” jawab Kemala Atmojo, pengurus BPI yang saat ini sekaligus menjadi Ketua Panitia Pelaksana FFI 2014.

Dalam Undang-undang Nol. 33 Tahun 2014, memang disebutkan bahwa salah satu tugas BPI adalah menyelenggrakan festival film. Dalam Pasal 69, disebutkan tugas BPI adalah: a. Menyelenggarakan Festival di Dalam Negeri; b. Mengikuti Festival Film di Luar Negeri. c. Menyelenggarakan Pekan Film di Luar Negeri; d. Mempromosikan Indonesia sebagai Lokasi Pembuatan Film Asing. e. Memberikan Masukan untuk Kemajuan Perfilman. f. Melakukan Penelitian dan Pengembangan Perfilman. g. Memberikan Penghargaan; dan h. Memfasilitasi Pendanaan Pembuatan Film Tertentu yang bermutu Tinggi.

Lebih lanjut, Kemala Atmojo menerangkan, bahwa dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) BPI hal itu dipertegas lagi,” tambah Kemala Atmojo. Dalam PAsal 5 mengenai tugas BPI, antara lain: a. Penyelenggraan Festival Film Indonesia (FFI) secara berkala setiap tahun; b. Penyelenggaraan Festival-fetival film berskala nasional dan lokal; c. Penyelenggaraan festival-festival bertaraf internasional di Indonesia.

Maka, apabila BPI tidak menyelenggrakan festival, hal itu justru tidak menjalankan amanat undang-undang perfilman. “Kalau orang awam sih saya bisa mengerti soal kebingungan itu. Tapi kalau orang film tidak tahu, ya itu keterlaluan,” ujar Kemala Atmojo.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts