Film Selamat Pagi Malam Berkompetisi di Tokyo International Film Festival 2014

Film Selamat Pagi Malam Berkompetisi di Tokyo International Film Festival 2014

Film ‘Selamat Pagi, Malam’ (In The Absence of The Sun) menjadi satu-satunya film Indonesia yang akan berkompetisi di Tokyo International Film Festival 2014. Film yang disutradarai Lucky Kuswandi (Madame X) dan diproduseri oleh Sammaria Simanjuntak ini akan bersaing di sesi Asian Future bersama sembilan film terbaik lain karya para sutradara muda Asia lainnya. Festival ini dihelat di Tokyo, Jepang pada 23-31 Oktober mendatang.

Film ini berkisah tentang pahit dan manisnya sebuah malam di Jakarta dari mata tiga perempuan yang merasa tidak lagi memiliki tempat di Jakarta. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Lucky Kuswandi (Madame X) dan diproduseri oleh Sammaria Simanjuntak (cin(T)a, Demi Ucok) yang dikenal selalu memproduksi film-film personal yang berbeda tetapi tetap menghibur.

Kisahnya tentang Gia (diperankan Adinia Wirasti), seorang filmmaker dari New York yang kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan Naomi (diperankan Marissa Anita) dan menjadi awal dari sebuah malam yang mengubah hidupnya. Film ini merupakan film pertama Marissa Anita yang sebelumnya lebih dikenal sebagai anchor televisi. Film ini juga menghadirkan akting yang memikat dari para pendatang baru seperti Ina Panggabean, Dayu Wijanto, Trisa Triandesa, dan juga Dira Sugandi.

Dira Sugandi yang lebih dikenal sebagai seorang penyanyi memerankan seorang penyanyi malam di sebuah bar kelas bawah Jakarta yang menyanyikan ‘Pergi Untuk Kembali’ karya Minggus Tahitoe dengan begitu menyentuh.

Selain ‘Pergi Untuk Kembali’, lagu lain dalam film ini seperti ‘Selamat Pagi, Malam’ oleh Agustin Oendari dan juga ‘To New York’ oleh Aimee Saras menambah keunikan film ‘Selamat Pagi, Malam’.

Ide awal film ini datang ketika Lucky Kuswandi baru saja kembali dari sekolah film di Amerika Serikat dan menemukan banyak keunikan di Jakarta. Jakarta menghadirkan rindu dan benci bersamaan yang membuat ingin pergi tapi akhirnya tetap kembali. Sebelum akhirnya diproduksi, skenario film ini sudah berkelana ke banyak festival dunia seperti Produire au Sud, Festival des 3 Continents, Festival mondial du film de Bangkok, dan Jakarta International Film Festival.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts