Festival Film German Cinema Datang Lagi

Bagi pecinta film, khususnya film-film Eropa, tentu bersuka-cita menyambut festival film German Cinema yang datang lagi mulai tanggal 22 Agustus sampai 31 Agustus 2014. Sebuah festival yang digelar Goethe-Institut untuk ketiga kalinya dengan memutar film-film terbaik berbahasa Jerman ke sembilan kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Banda Aceh, Yogyakarta, Palu, Balikpapan, Denpasar dan Makassar.

Festival Film German Cinema tahun ini sangat spesial dengan kedatangan tiga orang tamu kehormatan, yaitu dua bintang perfilman Jerman saat ini Nina Hoss dan Fritzi Haberlandt serta Noėl Dernesch, sutradara film dokumenter “Journey to Jah” yang yang telah mendapat banyak penghargaan di festival film internasional.

Ada 14 film yang akan diputar di festival kali ini yang telah terseleksi dengan cermat dan
merupakan produksi-produksi baru yang sudah diakui kualitasnya di tingkat internasional. Tiga film cerita yang masuk dalam program antara lain adalah Fenster zum Sommer (Summer Window), Zwei Leben (Two lives) dan Oh Boy. semua film akan dapat diakses oleh khalayak luas dengan adanya teks terjemahan bahasa Inggris. Seluruh pemutaran terbuka untuk umum dan gratis. Tiket bisa diperoleh satu jam sebelum pemutaran dimulai, tanpa pemesanan.

Berikut tanggal pemutaran dan bioskop tempat pemutaran film selama festival film German Cinema 2014, yaitu Jakarta (23 – 26 Agustus 2014, Epicentrum XXI dan GoetheHaus), Bandung (23 – 25 Agustus 2014, Ciwalk XXI), Surabaya (23 – 25 Agustus 2014, Sutos XXI), Yogyakarta (24 – 26 Agustus 2014, Empire XXI), Banda Aceh (24 Agustus 2014, Epicentrum Ulee Kareng), Palu (26 – 28 Agustus 2014, RRI Palu), Balikpapan (27 – 28 Agustus 2014, Ewalk XXI), Denpasar (28 – 30 Agustus 2014, Bentara Budaya Bali) dan Makassar (30 – 31 Agustus 2014, Panakkukang XXI).

Setelah debutnya pada 2012 yang kemudian diikuti dengan kesuksesan pada 2013 dengan jumlah penonton yang mencapai lebih dari 8000 penonton, festival film German Cinema telah menjadi salah satu agenda kebudayaan Jerman terpenting di Indonesia. Festival film German Cinema digelar dimaksudkan untuk menggambarkan lanskap perfilman Jerman saat ini selain tentunya berusaha untuk menginspirasi penonton Indonesia dan membangkitkan minat terhadap film-film Jerman masa kini memiliki begitu banyak perkembangan yang menggembirakan antara lain perspektif yang segar, sutradara-sutradara muda dan aktris serta aktor berbakat.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts