Apresiasi Film Indonesia 2014 Siap Digelar

Apresiasi Film Indonesia 2014 Siap Digelar

Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 siap digelar. Ajang penghargaan insan perfilman nasional yang digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) itu menganugerahkan penghargaan Piala Dewantara bagi karya-karya film anak bangsa yang mengandung nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

Demi memperluas publikasi ajang penghargaan AFI 2014 merilis poster event yang menampilkan aktris Happy Salma sebagai wajah AFI 2014, yang menjadi duta publikasi ajang ini di berbagai media. Visualnya tampak vintage dengan warna sephia dan pakaian yang dikenakan Happy yang serupa dengan kostum film-film Indonesia era 1970-an. Tak hanya itu, di latar belakang terlihat sekilas bagian dari Istana Maimoon di Medan, Sumatera Utara, yang bakal jadi tempat penganugerahan Piala Dewantara nanti.

Film-film bioskop yang diikutsertakan dalam AFI 2014 merupakan film-film yang sudah dirilis di bioskop selama 10 Oktober 2013 hingga 31 Juli 2014. Film dan pembuat film dari beberapa kategori yang menjadi pemenang bakal dianugerahi Piala Dewantara.

Robby Ertanto Soediskam, Ketua Panitia AFI 2014, memaparkan, ada 17 piala dewantara yang terbagi ke beberapa kategori seperti kategori Penghargaan Utama, Penghargaan Inspiratif dan Penghargaan Khusus.“

Ke-17 Piala Dewantara yang diberikan kepada para pemenang, yaitu:

– Penghargaan Utama yang meliputi:
1. Apresiasi Film Cerita Panjang Bioskop
2. Apresiasi Film Cerita Panjang Nonbioskop
3. Apresiasi Film Pendek
4. Apresiasi Film Dokumenter
5. Apresiasi Film Animasi
6. Apresiasi Film Anak

– Penghargaan Inspiratif yang terdiri dari:
1. Apresiasi Adi-Karya
2. Apresiasi Adi-Insani

– Penghargaan Khusus yang mencakup:
1. Apresiasi Sutradara Perdana
2. Apresiasi Poster Film
3. Apresiasi Film Independen Pelajar
4. Apresiasi Film Independen Mahasiswa
5. Apresiasi Komunitas
6. Apresiasi Festival Film
7. Apresiasi Lembaga Pendidikan
8. Apresiasi Media Cetak
9. Apresiasi Media Noncetak

Ditambahkan Robby, terdapat sembilan dewan juri untuk menentukan mereka yang
menerima penghargaan itu. Mereka adalah Sheila Timothy (produser), Lasja Fauzia (sutradara), Alex Komang (aktor), Hafiz Rancajale (penggiat komunitas film), Totot Indarto (pengamat film), Kemala Atmojo (wartawan), AS Laksana (penulis), Hilmar Farid (akademisi), dan Nirwan Dewanto (budayawan). “Adapun koordinator dewan juri adalah Rully Sofyan,” jelasnya.

Pengumuman Nominasi penerima penghargaan Piala Dewantara akan dilakukan di Jakarta pada 8 September mendatang. Serangkaian kegiatan akan dilakukan untuk memeriahkan AFI 2014, antara lain diskusi dan workshop film di Jakarta, Bandung, Makassar dan Medan. Malam Puncak AFI 2014 akan disiarkan di TVRI secara langsung (live) dari Istana Maimoon Medan, hari Sabtu, 13 September 2014. (Akhmad Sekhu)

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts