Transformers : Age of Extinction, Awal Trilogi Baru

Transformers : Age of Extinction, Awal Trilogi Baru

Transformers: Age of Extinction tampil dalam format lebih sinematik dengan banyaknya adegan pertarungan di pinggiran kota. Film keempat dari franchise Transformers ini menjadi awal dari trilogy baru film alien robot garapan sutradara Michael Bay.

Dilansir dari Entertainment Weekly melalui Aceshowbiz, Michael menyatakan bahwa pihak studio sudah mempersiapkan naskah dua film baru untuk dijadikan sekuel bagi Transformers: Age of Extinction.

“Ya, ini akan menjadi film pertama dari sebuah trilogi baru. Saya tidak yakin apakah saya akan terlibat pembuatan film yang lain, tapi begitulah maksudnya,” ungkap Bay.

Perubahan dilakukan dengan mengganti tokoh utama yang selama ini diperankan Shea LeBouf dengan Mark Wahlberg. Di sini Wahlberg bermain sebagai Cade Yeager, seorang penemu yang berhasil menggali Transformers asing hingga mengundang kehadiran para Autobot dan lawan-lawannya.

Penampilan para robot transformer juga berubah. Seperti karakter Bumblebee yang merupakan jelmaan mobil Camaro tampil degnan desain yang sangar. Di film ini juga hadir para Dinobot, robot dinosaurus. Terdapat juga karakter baru seperti Lockdown, Drift, Grimlock, dan Hound.

Michael Bay juga menjanjikan film keempat ini sanggup membuat para penonton penasaran dan bertanya-tanya mengenai beberapa hal misterius hingga akhir film. Banyak adegan pertarungan juga menjadi daya tarik tersendiri dari film yang berangkat dari mainan keluaran Hasbro.

Film ini juga menggandeng bintang-bintang lain seperti Nicola Peltz, Jack Reynor, Kelsey Grammer, Stanley Tucci, Sophia Myles, hingga Li Bingbing. Secara keseluruhan film keempat ini sanggup membuat para penonton penasaran dan bertanya-tanya mengenai beberapa hal misterius hingga akhir film.

Perlu diingat pihak Hasbro yang berada di belakang pembuatan mainannya sudah merencanakan perilisan Transformers 5 untuk tayang pada 2017 mendatang. Jadi ceritanya masih akan berlanjut. (SW)

About The Author

Stevy Widia memulai kariernya sebagai wartawan di Suara Pembaruan (1999-2010). Sejumlah penghargaan di bidang penulisan diperoleh untuk penulisan sejumlah artikel musik, film dan gadget, termasuk menjadi nominasi sebagai kritik film untuk Festival Film Indonesia 2005. Peraih penghargaan Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2009 dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata juga sempat dipercaya menjadi juri untuk MTV Music Award periode 2005-2006, dan Festival Film Jakarta 2006.

Related posts