Seru nan Haru Peluncuran Album Naura; Dongeng Nusa Dewataku

Seru nan Haru Peluncuran Album Naura; Dongeng Nusa Dewataku

Pepatah buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya tampaknya tepat menggambarkan bakat nyanyi Adyla Rafa Naura Ayu yang tak jauh dari ibunya, Riafinola Ifanisari alias Nola Be3. Didukung Galeri Indonesia Kaya, Naura meluncurkan album perdananya pada Minggu, 1 Juni 2014 di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Album yang bertajuk ‘Dongeng Nusa Dewataku’ ini dikemas dalam sebuah drama semi musikal yang bercerita tentang keinginan Naura yang punya segala impian dan cita cita, salah satunya ingin belibur ke Pulau Dewata. Musik yang manis dan edukatif diambil dari album Naura menjadi tontonan segar dan menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga.

“Ini album pertama aku dan rasanya senang sekali akhirnya aku bisa berbagi cerita mengenai
keinginan dan impian aku melalui lagu-lagu. Album ini berisi cerita yang biasa ada di lingkungan sehari-hari, seperti beberapa lagu yang diinspirasi dari buku berjudul Dongeng Nusa dewataku yang didapat dari Mama dan membuataku ingin tahu lebih banyak lagi tentang Bali,” ujar Naura.

Pertunjukan yang dikemas dalam waktu satu jam lebih ini merupakan suatu pertunjukan ringan yang menghibur mata dan telinga. Drama semi musikal ini terdiri dari lagu-lagu yang ada dalam
album dongeng yang dinyanyikan oleh Naura, serta tarian dan seni peran dari 12 anak-anak lainnya.

Dibuka dengan lagu Berjudul “Cahaya Hatiku” duet Naura dan Nola kemudian pengunjung Galeri Indonesia Kaya dihibur dengan lagu-lagu yang ada dalam album terbaru Naura antara lain “Dongeng”, ”Panca Indera”, ”Kata Ajaib” dan “Setinggi Langit” karya dari Mhala dan Tantra “Numata” juga Danny. Dari total sembilan lagu yang ada di album Dongeng ini, Naura menyanyikan sejumlah enam lagu. Ia juga menyanyikan satu lagu dari Bali berjudul “Janger” dan satu lagu karya Guruh Soekarnoputra “Simfoni Raya” yang menuai tepuk tangan penonton yang kagum suara merdu anak perempuan berusia 8 tahun ini.

“Sulit untuk menemukan lagu anak-anak yang bercerita tentang keceriaan masa kecil. Karena minimnya lagu baru seperti ini, maka sekarang tak jarang kita dengarkan anak-anak yang mendendangkan lagu dewasa. Dan sekarang Naura dengan album barunya yang bercerita tentang keseharian dari sudut pandang kepolosan seorang anak akan memberi angin baru bagi dunia musik anak dan ini harus kita apresiasi dan dukung,” tutur Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pembuatan album dongeng ini membutuhkan waktu sekitar 1.5 tahun dan dibantu oleh beberapa musisi seperti Mhala dan Tantra “Numata”, Danny dan diarransemen oleh Ava Victoria, Adrian Muhammad dan Edwin Saladdin. Di album ini Naura tidak hanya berduet dengan Nola, tapi juga dengan adik-adiknya (Bevan dan Neona). Ada satu lagu khusus yang dinyanyikan oleh adiknya Naura yang bernama Neona berjudul “Pesta Sekolah” ciptaan Oktariadi dan diarransemen dengan indahnya oleh Andi Rianto. Sebelum mengeluarkan album ini, Naura juga pernah ambil bagian dalam pertunjukan Drama Musikal Timun Emas dan berbagi panggung dengan ibunya.

“Perasaan saya luar biasa bahagia dan bangga karena saya sendiri tidak menyangka bahwa Naura akhirnya bisa mengeluarkan album sendiri. Saya tidak pernah memaksakan anak-anak untuk mengikuti jejak saya sebagai penyanyi, namun ternyata Naura memang menyukai dan berbakat di bidang musik. Ketika dia mengutarakan ingin bernyanyi maka kami sebagai orangtua pasti mendukung dan mengarahkan Naura untuk mengembangkan bakatnya,” ujar Nola.

About The Author

Akhmad Sekhu adalah wartawan Moviegoers dan juga sastrawan. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal dan alumni Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) ini menulis puisi, cerpen, novel, resensi buku, artikel arsitektur-kota, film, TV, musik, buku biografi, dll. Prestasi: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Film Laura & Marsha (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak Kompasiana (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014). Menjadi Tim Penulis Buku Ensiklopedi Gubernur DKI Jakarta (Yayasan Biografi Indonesia, 2012), Tim Buku dan Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang, penulis buku Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) 2015 di Biak-Papua, Tim Buku dan Humas Usmar Ismail Awards (UIA) 2016, penulis buku FFI 2016, dll. Novelnya “Jejak Gelisah” (2005) diterbitkan Grasindo (Gramedia Group). Kini sedang menyiapkan “Kitab Cinta Film Indonesia”.

Related posts